Review

Info
Studio : Warner Bros. Pictures
Genre : Crime, Drama, Thriller
Director : John Lee Hancock
Producer : Mark Johnson, John Lee Hancock
Starring : Denzel Washington, Rami Malek, Jared Leto, Natalie Morales

Kamis, 04 Maret 2021 - 20:42:03 WIB
Flick Review : The Little Things
Review oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 409 kali


Salah satu trend di perfilman Amerika Serikat di dekade 90-an adalah serial-thriller atau film thriller yang mengangkat kisah penyelidikan kasus yang berhubungan dengan pembunuh berantai. Beberapa judul bahkan telah dianggap klasik, seperti The Silence of the Lambs (1991) atau Seven (1995). Setelahnya film-film sejenis tetap diproduksi, meski sifatnya sporadis dan jarang, hingga masa sekarang. Yang terbaru adalah The Little Things karya John Lee Hancock (The Blind Side, Saving Mr. Banks).

Menariknya, Hancock yang juga dikenal sebagai penulis naskah ini, menulis draft The Little Things di tahun 1993 lalu dengan niatan Steven Spielberg sebagai sutradara. Hanya saja batal terjadi karena sutradara kawakan tersebut menganggap ceritanya terlalu gelap. Hampir tiga dekade kemudian, Hancock pun memutuskan untuk duduk langsung di bangku penyutradaraan dan rampunglah The Little Things.

Mungkin karena itu seting dalam The Little Things dipertahakan di era 90-an, tepatnya di tahun 1990. Film berkisah tentang seorang detektif kepolisian Los Angeles bernama Jim Baxter (Rami Malek) dengan tugas menyelidiki serangkaian pembunuhan perempuan yang diduga dilakukan oleh seorang pembunuh berantai.

Baxter kemudian melibatkan seorang Deputy Sheriff kota kecil bernama Joe “Deke” Deacon untuk membantunya. Bukan tanpa alasan, karena Deke adalah mantan detektif handal yang pernah menyelidiki kasus dengan modus operandi mirip beberapa tahun lalu. Penyelidikan mereka mengantarkan pada seorang pria eksentrik bernama Albert Sparma (Jared Leto) dan menjadi tersangka utama dari rangkaian pembunuhan yang terjadi.

Sulit untuk melepaskan kesan Seven karya David Fincher sehabis menyaksikan The Little Things secara utuh. Utamanya dengan kombinasi pasangan detektif senior-junior dan dinamika mereka dalam menyelesaikan kasusnya dan dihadirkan dengan nuansa ala neo-noir. Pertanyaanya, apakah The Little Things memiliki kualitas mumpuni seperti Seven? Tunggu dulu.

Film bertema pembunuh berantai menjadi menarik bisanya karena mengedepankan rangkaian adegan investigasi pemancing rasa penasaran sekaligus mendebarkan. Menjadi lebih menarik jika karakter yang terlibat, baik protagonis maupun antagonis memiliki karakterisasi kuat dengan dimensi luas pula, sehingga para penonton merasa terlibatkan secara emosional bersama mereka. Seven bisa dikatakan salah satu film serial-thriller yang sukses memadukan elemen-elemen tadi.

The Little Things juga memiliki elemen sama, meski keteteran dalam menunaikan tugasnya dengan baik. Masalah utama The Little Things bukan betapa minimalisnya adegan aksi di dalamnya. Bagaimanapun sebuah cerita detektif tidak melulu tentang aksi, namun kupasan tentang investigasi itu sendiri dan juga misterinya. Masalah utama The Little Things adalah ritme-nya yang monoton, sehingga proses investigasi yang disajikan tidak mengikat atensi penonton secara kuat.

Disamping itu, film juga mencoba menjadi sebuah studi karakter komperehensif, dengan mencoba membangun karakterisasi berdimensi luas. Meski upaya ini patut dipuji, namun Hancock tampaknya tidak memiliki sensibilitas untuk menyeimbangkan secara proporsional antara elemen studi karakter dengan thriller investigatifnya. Walhasil, keduanya saling sikut untuk tampil paling mendominasi, meski akhirnya tidak terlalu menonjol.

Sayang sebenarnya, karena The Little Things didukung oleh barisan pemeran mumpuni, utamanya karena ada tiga aktor pemenang Oscar di dalamnya, Washington, Malek dan Leto. Ketiga bermain baik, meski jelas Washington adalah penggerak utama alur; bukan hanya dengan kharismnya, tapi juga intensitas sekaligus subtilitas dalam aktingnya.

Leto bermain menarik, walau di beberapa bagian terasa berlebihan dalam menerjemahkan perannya sehingga terasa karikatural ketimbang benar-benar sebagai manusia yang nyata. Sementara itu Malek mungkin adalah terlemah dari mereka, karena tidak memberi nuansa untuk ambiguitas dalam karakernya.

Mungkin The Litte Things akan lebih efektif jika kisahnya dialurkan dengan durasi lebih panjang ala seri mini, misalnya. Bagaimanapun ia mengingatkan akan seri anthologi HBO, True Detective, karena memiliki premis mendasar yang sama. Rasa-rasanya semua elemen dalam film tergali lebih baik, alih-alih hanya sekedar di permukaan seperti hasil akhirnya ini,

Kalau mau bersabar – atau menerima semua kekurangannya – sebenarnya The Little Things masih bisa untuk dinikmati. Jika mencari sesuatu yang lebih berkesan dari sebuah thriller yang serba tanggung, jelas film ini bukan menjadi pilihan.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.