Review

Info
Studio : Sony Pictures Television
Genre : Drama, Sci-Fi, Thriller
Director : Various
Producer : Philipp A. Barnett, Todd Brown, Jonathan Brytus, Tom Pabst
Starring : J. K. Simmons, Olivia Williams, Harry Lloyd, Nazanin Boniadi, James Cromwell

Sabtu, 27 Februari 2021 - 20:30:03 WIB
Flick Review : Counterpart
Review oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 392 kali


Cerita-cerita fiksi ilmiah biasanya selalu memikat, tersaji entah untuk buku novel, film dan juga serial televisi, seperti yang dibintangi oleh aktor peraih nominasi Oscar, J.K. Simmons, yang berjudul Counterpart

Serial kreasi Justin Marks (The Jungle Book) ini premiere di tanggal 10 Desember 2017 dan sejauh ini telah memiliki dua musim yang masing-masing beramunisi 10 episode, dengan yang terakhir tayang di tahun 2019 lalu. Lantas, tentang apakah Counterpart ini? Dan apa yang membedakan dirinya dengan kisah-kisah sejenis, serta layakkah untuk disimak semua episodenya?

Konsep yang diusung Counterpart adalah dunia paralel atau multiverse alias multi-semesta, sesuatu yang rasa-rasanya sudah sering dibahas dalam dunia fiksi-ilmiah. Mungkin masih ingat dengan film aksi-fantasi Jet Li yang berjudul The One (2001), di mana ia harus berhadapan dengan dirinya yang jahat dari Bumi belahan lain sana, atau serial kreasi J.J Abrams, Fringe, yang tayang di periode 2008 hingga 2013 lalu yang memiliki pendekatan cerita yang sama. Dan banyak lagi tentu saja.

Dalam Counterpart, Simmons berperan sebagai Howard Silk, seorang pria pendiam yang merupakan pegawai Office of Interchange (OI), sebuah badan Perserikatan Bangsa Bangsa, yang berbasis di kota Berlin, Jerman. Meski sudah 30 tahun lamanya bekerja di OI, jabatannya yang rendah membuat Howard tidak banyak mengetahui tentang badan di mana ia menghabiskan waktunya tersebut.

Sampai suatu waktu ia mengetahui kebenaran di balik OI, yang ternyata bertugas sebagai checkpoint atau gerbang untuk dua dunia yang paralel; dunia yang ditempati Howard, dunia Alpha, dan dunia Prime. Dari sini Howard kemudian mengetahui jika dirinya memiliki versi lain di dunia Prima, Howard Silk yang memiliki kepribadian yang jauh berbeda dan memiliki tugas yang jauh lebih signifikan dari dirinya. 

Sebuah insiden di masa lalu membuat dua dunia ini berada dalam situasi tegang yang mirip dengan Perang Dingin; dipenuhi dengan intrik dan konspirasi ala spionase. Gerbang ini seharusnya bersifat rahasia, karena hanya yang berkepentingan tahu tentangnya, namun kemudian disalahgunakan. Howard pun terjebak dalam intrik tersebut dan menjalani hidup yang jauh berbeda dengan yang biasa dijalaninya.

Dibintangi juga oleh Harry Lloyd, Ulrich Thomsen, Nazani Boniadi, dan Nicholas Pinnock, Counterpart sudah terbukti mendapat atensi yang bagus, baik dari kalangan penonton maupun kritikus. Counterpart juga sukses menyabet penghargaan untuk kategori Outstanding Main Title Design di ajang Primetime Emmy Award 2018. Sedang SXSW Film Festival menganugerahi Counterpart dengan piala SXSW Film Design Award 2018 untuk kategori Excellence in Title Design. 

Dengan konsep yang diusungnya, mungkin banyak yang berharap Counterpart sebagai sebuah kisah penuh aksi laga mendebarkan. Meski tidak dipungkiri Counterpart tetap menyajikan hal tersebut, namun fokus utamanya bukanlah itu.

Drama yang subtil dipilih untuk dikemukakan ketimbang adegan-adegan bombastis nan sensasional.  Sebuah fiksi ilmiah yang lebih percaya kepada alur, karakterisasi, motivasi dan pesan subtil penuh makna sebagai penggeraknya. 

Episode 1 untuk musim pertama disutradarai oleh sutradara asal Norwegia yang beken berkat Headhunters dan juga The Imitation Game, Morten Tyldum. Aspek sinematis yang diasupinya di episode perdana jelas menjadi landasan untuk episode-episode mendatang.  Menyimak Counterpart memang seperti menyaksikan sebuah film dengan durasi panjang ketimbang sebuah serial televisi.

Sukses Counterpart pastinya juga tak terlepas dari J.K. Simmons yang bertugas sebagai pemeran karakter utama dan penggerak cerita.  Ia berperan dengan gemilang. Perubahan karakter yang dilakukannya mulus dan meyakinkan, meyakinkan penonton untuk bahkan bisa membedakan karakter-karakter yang diperankannya hanya dari gestur atau kejauhan misalnya. Yang paling penting ia meniupkan determinasi dan subtilitas pada karakternya, sesuatu yang diperlukan agar Counterpart sukses menjadi sebuah tontonan yang mengikat dan sulit untuk dilupakan.

Dua musim Counterpart yang terdiri atas 20 episode kini bisa disaksikan melalui Mola TV

Cukup dengan berlangganan sebesar Rp. 12.500 per-bulan saja, kita nantinya bisa memiliki akses mudah untuk berbagai sajian Mola TV, termasuk Counterpart ini. Lebih menguntungkan lagi jika memilih berlangganan paket Rp. 65.000 per-bulan, karena kita akan memiliki semua akses untuk persembahan khusus dan eksklusif Mola TV, termasuk HBO GO dan juga berbagai tayangan olah raga.

Mola TV bisa diakses baik melalui peramban atau web browser maupun aplikasi yang bisa diunduh di App Store untuk pemilik perangkat Apple atau PlayStore untuk pemilik perangkat Android.

 

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.