Review

Info
Studio : Fourcolours Films, Starvision, Akanga Film Asia, Manny Films
Genre : Drama
Director : Kamila Andini
Producer : Ifa Isfansyah, Chand Parwez Servia
Starring : Arawinda Kirana, Kevin Ardilova, Dimas Aditya, Marissa Anita, Asmara Abigail

Rabu, 15 Desember 2021 - 16:38:10 WIB
Flick Review : Yuni
Review oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 154 kali


Yuni adalah seorang juara kelas dan hanya ingin melanjutkan studinya ke bangku perkuliahan. Tapi, sebagai seorang gadis belasan tahun yang hidup di kawasan rural seperti Serang, ia punya aral untuk mewujudkan cita-citanya. Bukan tentang obsesinya terhadap warna ungu, tentu saja, tapi tentang ekspektasi lingkungan sekitarnya untuk jalan hidupnya nanti.

Sebagai seorang remaja cantik, Yuni (diperankankan Arawinda Kirana), jelas mengundang perhatian banyak laki-laki. Setelah menolak dua lamaran (pamali katanya kalau menolak yang ketiga) Yuni pun mengalami kebimbangan. Apalagi setelah datang pinangan berikutnya dari sosok guru idolanya, Pak Damar (Dimas Aditya).

Padahal sebenarnya kehidupan Yuni relatif tenang dan lancar. Meski jauh karena migran ke kota besar untuk bekerja, orang tuanya suportif. Begitu pula sang nenek di mana ia tinggal hanya berdua. Yuni juga punya kelompok pendukung berupa teman-teman karib sepermainan dan seorang guru bernama Bu Lies (Marissa Anita).

Namun Yuni, dan banyak remaja putri seusianya, diharapkan untuk lebih mementingkan masa depan dalam rumah tangga ketimbang memikirkan cita-cita. Pertemuan dengan sosok perempuan yang lebih tua dan terlebih dahulu menjalani kehidupan pernikahan dini, Suci (Asmara Abigail), serta sebuah hubungan romansa bersama pemuda pemalu bernama Yoga (Kevin Ardilova) memberi riak tersendiri di kehidupan Yuni.

Yuni adalah film panjang ketiga dari Kamila Andini selepas The Mirror Never Lies (2011) dan Sekala Niskala (2017). Dengan jeda yang cukup panjang antara satu film dengan film lainnya, tampaknya Kamila memang ingin menghadirkan presentasi sekaligus eksekusi yang matang, sehingga tidak tampil main-main. Dan itu terbukti dengan Yuni.

Melalui Yuni, ia dengan cukup baik memadukan antara estetik bertutur naturalistik dengan pendekatan yang lebih nge-pop, sehingga menghadirkan sebuah bahasa sinema dengan nilai artistik yang cukup versatil dan menghindari gaya penceritaan ala didaktis yang cenderung bisa menjemukan. Pilihan Kamila untuk menghadirkan Yuni sebagai sinema vernakular pun tak membatasi atau memberi jarak dirinya dengan penonton, atau terjebak dalam eksotisme, melainkan malah membumikan atmosfernya, sehingga terasa dekat.

Dengan materi bersahaja, Kamila justru mengalirkan narasi Yuni dengan berbagai lapisan yang perlahan dikelupas satu-persatu alih-alih mengedepankan romantisme/melodramatisme belaka, sehingga pesannya bisa tersampaikan dengan baik dan kemudian layak diperbincangkan.

Memang, pendekatan seperti ini kadang membuat Yuni terasa seperti kumpulan kisah episodik ketimbang sebuah plot yang utuh. Hanya saja, Kamila meramunya dengan baik, sehingga penceritaan ala pop-nya tidak terbebani oleh konteks Yuni sebenarnya: sebuah kritik sosial akan patriarki dan subordinasi perempuan dengan segala implikasinya.

Kecermatan Kamila dalam membungkus isu yang cukup berat ini dalam kemasan yang ringan dan membumi ini memang patut dipuji, karena menyisakan ruang bagi berbagai kalangan penonton untuk tidak hanya bisa menikmati sisi dramatiknya – sekaligus merasa lekat dengan kisahnya, terlepas apakah mereka juga mengalami langsung pengalaman Yuni atau tidak – tapi juga merenungi pernyataan yang dilemparkannya.

Tentu saja keberhasilan Yuni juga didukung oleh barisan pemainnya bermain dengan apik, baik dari kalangan senior maupun junior. Meski begitu, tetap saja tugas utama terletak di pundak Arawinda Kirana dan ia menunaikan tugasnya dengan tangkas. Meski berstatus sebagai pendatang baru, Arawinda memberikan penampilan yang memukau dan meniupkan ruh yang diperlukan untuk menghidupkan Yuni dengan segala dimensi emosionalnya.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.