Review

Info
Studio : Electric Entertainment
Genre : Crime, Horror, Thriller
Director : Dean Devlin
Producer : Dean Devlin, Rachel Olschan, Marc Roskin
Starring : David Tennant, Robert Sheehan, Carlito Olivero, Kerry Condon, Jacqueline Byers

Kamis, 29 April 2021 - 15:48:39 WIB
Flick Review : Bad Samaritan
Review oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 480 kali


Kita mengenal aktor Inggris berdarah Skotlandia, David Tennant, sebagai salah satu Doctor Who untuk serial fiksi-ilmiah legendaris tayangan BBC berjudul sama (2005-2010). Tidak hanya itu, David juga dikenal dengan aktingnya di berbagai kisah komedi, seperti serial Casanova (2005) misalnya. Namun bukan berarti David berpantang membintangi kisah-kisah dengan tema gelap, seperti serial drama kriminal kenamaan, Broadchurch (2013–2017).

Nah, kali ini David kembali menggali akting dramatiknya dalam sebuah film thriller menegangkan berjudul Bad Samaritan. Melalui film Amerika Serikat garapan sineas kenamaan Dean Devlin ini David menjelma menjadi seorang pria kaya yang juga berstatus sebagai seorang pembunuh berantai.

Tapi Bad Samaritan bukan kisah pembunuh berantai biasa, karena ia nyaris bukan sebuah thriller investigatif, namun lebih condong kepada thriller psikologis dan menekankan pada aspek kucing-kucingan atau cat and mouse yang menegangkan. 

Bersetting di kota Portland, Bad Samaritan berkisah tentang seorang fotografer amatir bernama Sean Falco (diperankan Robert Sheehan dari serial The Umbrella Academy) dan sahabatnya, Derek Sandoval (Carlito Olivero) yang bekerja sebagai valet di sebuah restoran mewah. Sementara itu, pacar Sean, Riley (Jacqueline Byers), adalah seorang mahasiswi.

Demi tuntutan ekonomi, Sean dan Derek terkadang juga menjadi pencuri kecil-kecilan, mencuri di rumah klien sementara sedang menikmati makan malam mereka di restoran. Segala sesuatunya berjalan dengan lancar sampai suatu hari mereka memutuskan untuk mencuri di kediaman Cale Erendreich (diperankan David Tennant).

Saat menggeledah rumah Cale, Sean menemukan seorang perempuan yang terikat. Saat gagal menyelamatkan sendiri sang perempuan, Sean kemudian melibatkan pihak kepolisian. Tapi Cale yang cerdas berhasil mengecoh polisi dan selanjutnya memiliki misi untuk membuat hidup Sean seperti dalam neraka dengan terornya. 

Dengan premis yang menjanjikan seperti ini, Dean Devlin memang berniat untuk menjadikan Bad Samaritan sebagai sebuah film yang menegangkan.  Dengan skala yang lebih kecil, Dean rasa-rasanya lebih mampu membangun intensitas yang efektif, ketimbang film yang menjadi debutnya sebagai sutradara, film bencana fiksi-ilmiah Geostorm (2017). Sebelum terjun sebagai sutradara, Dean memang lebih dulu kondang sebagai produser film-film blockbuster yang fantastis, seperti Independence Day (1996) atau Godzilla (1998), sehingga boleh jadi ia mengira memiliki kapasitas mengerjakan film sejenis saat menjabat sebagai sutradara.


Meski demikian, sepertinya Dean kedepannya mungkin bisa konsisten dengan film-film thriller “kecil” seperti Bad Samaritan ini. Meski tidak bisa dibilang luar biasa, namun harus dipuji jika filmnya cukup fokus dengan bangunan suspensinya.

Apalagi ia didukung dengan aktor sekelas David Tennant, yang berhasil menghadirkan sosok yang menyeramkan, hanya dengan gestur atau bahasa tubuhnya, tanpa harus tampil dengan terlalu beringas sebagai sosok villain atau antagonis. 

Sejujurnya, tema  Bad Samaritan tidaklah baru, bahkan cenderung klise. Treatment film pun masih mengikuti pakem atau formula film-film sejenis, sehingga kejutan yang ditawarkan tidak benar-benar memberi sensasi mengejutkan kuat.

Hanya saja, menjadi klise atau formulatif bukanlah menjadi kekurangan besar andai saja filmnya dieksekusi dengan baik, sehingga tetap mampu menghadirkan tontonan yang menarik perhatian. Boleh dikatakan untuk itu Dean Devlin lumayan berhasil dengan Bad Samaritan.

Sebagai film thriller yang mengandalkan formula tertebak, sebenarnya Bad Samaritan cukup di luar ekspektasi, karena mampu hadir dengan sangat menghibur. Temponya pas, sinematografinya cantik, ketegangannya dapat, sehingga terasa mendebarkan. Dan bagi yang menyukai film-film thriller menegangkan, dan nyaris menyentuh ranah horor, maka Bad Samaritan jelas jangan dilewatkan. 

Untuk bisa menyimak aksi menegangkan David Tennant dalam Bad Samaritan ini yang diperlukan hanyalah memantengi Mola TV

Cukup dengan berlangganan sebesar Rp. 12.500 per-bulan saja, kita nantinya bisa memiliki akses mudah untuk berbagai sajian Mola TV, termasuk Bad Samaritan ini. Lebih menguntungkan lagi jika memilih berlangganan paket Rp. 65.000 per-bulan, karena kita akan memiliki semua akses untuk persembahan khusus dari Mola TV, termasuk HBO GO dan juga berbagai tayangan olahraga.

Mola TV bisa diakses baik melalui peramban atau web browser maupun aplikasi yang bisa diunduh di App Store untuk pemilik perangkat Apple atau PlayStore untuk pemilik perangkat Android.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.