Review

Info
Studio : Darren Star Productions
Genre : Drama, Romance, Comedy
Director : Various
Producer : John Skidmore, Lilly Burns, Karl Frankenfield, Ashley Skidmore, Grant Sloss
Starring : Sutton Foster, Debi Mazar, Miriam Shor, Nico Tortorella, Hilary Duff, Peter Hermann

Rabu, 25 November 2020 - 16:45:11 WIB
Flick Review : Younger
Review oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 369 kali


Katanya “lifebegins at 40,” atau kehidupan itu justru baru dimulai di usia 40 tahun. Sesuatu yang tampaknya harus diamini oleh Liza Miller (Sutton Foster), seorang perempuan yang baru saja bercerai dari suaminya.  Menjadi single selepas menjalani status sebagai istri dan juga ibu rumah tangga di nyaris separuh hidupnya membuat Liza gamang dengan hidupnya.

Karena sang mantan suami dengan kebiasaan berjudi membuat dirinya terjerat hutang yang besar, mau tak mau Liza harus bekerja. Namun, di usia yang tak bisa dibilang muda lagi, mencari pekerjaan untuk menafkahi dirinya dan sang putri yang beranjak remaja, Caitlin (Tessa Albertson) jelas menjadi tantangan tersendiri .  

Meski begitu,  “kehidupan baru” saat berkepala empat ini juga membuka jalan kehidupan baru untuk dirinya, meski mungkin harus sedikit melakukan “penipuan.”  Bermula saat seorang pemuda  tampan berprofesi sebagai seniman Tato yang ditemuinya di sebuah bar, Josh (Nico Tortorella) mengira jika Liza masih berusia 20 tahunan membuat Maggie Amato (Debi Mazar) mempermak Liza untuk tampil seperti perempuan berusia 26 tahun.

Dengan identitas barunya ini ia kemudian melamar di sebuah percetakan bernama Empirical Press, dengan bertugas sebagai asisten pimpinan divisi marketing yang temperamental, Diana Trout (Miriam Shor). Di tempat bekerja barunya ini Liza juga berteman dengan seorang editor yang benar-benar berusia 26 tahun, Kelsey Peters (Hillary Duff, serial pertama sebagai pemain tetap, setelah terakhir membintangi  Lizzie McGuire di tahun 2001-2004).

Demikianlah inti cerita yang disajikan dalam Younger, sebuah serial drama-komedi romantis kreasi Darren Star (Melrose Place, Sex and the City), yang diangkat dari novel  berjudul sama karya Pamela Redmond Satran. 

Musim pertama Younger tayang perdana pada tanggal 31 Maret 2015 lalu dan segera saja mencuri perhatian bukan hanya berkat idenya yang segar, namun juga penggarapan setiap episodenya  yang menggelitik dan mengundang penasaran.

Bumbu-bumbu komedi berpadu dengan pas bersama drama dan juga romansa. Digarap dengan ringan, namun tetap tak terlupa menyisipkan pesan dan juga komentar sosial, sehingga serial menjadi lebih berbobot, bahkan semenjak episode perdananya.

Realistis saja, di kehidupan masyarakat yang masih didominasi kapitalisme-patriarki seperti sekarang, perempuan yang bisa dikatakan tidak muda lagi akan mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan yang layak, terlepas betapa kompeten diri sang perempuan.

Industri akan memillih perempuan yang jauh lebih muda, dengan berbagai alasan, meski sebenarnya tidak begitu fundamental apakah ia akan bisa menunaikan tugasnya atau tidak. Situasi inilah yang coba dibahas dengan kreatif oleh Younger.

Serial tidak bermaksud untuk memiliki perspektif yang sinis, meski situasi yang terjadi di sekitar Liza begitu sinis. Kontras antara dirinya dengan sang boss, Diana, menjadi catatan tersendiri. Sikap Diana yang kadang begitu otoriter bisa saja menjadi rasa frustasinya akibat berada di lingkar perempuan-perempuan muda atraktif. Pada satu bagian ia bahkan sempat menyuarakan rasa cemburunya kepada “kemudaan” Liza, tanpa menyadari jika mereka berusia sebaya.

Sementara itu pertemanan antara Liza bersama Kelsey juga memberi warna tersendiri yang menggelitik. Sebagai seseorang yang nyaris tidak mengetahui apa yang sedang “trend” di kalangan perempuan muda membuat Liza nyaris kehilangan arah, tapi untunglah ada Kelsey yang memandunya. Sementara Kelsey bisa bersandar secara emosional kepada Liza yang dianggapnya lebih matang.

Yang tak kalah mengelitik adalah romansa antara Liza bersama pria yang usianya jauh berada di bawah dirinya, Josh.  Meski kadang terasa seperti comedic relief, namun dengan berjalan waktunya menjadi mengharu-biru untuk disimak. 

Sebagaimana comedy of error lain, kenyataan pada akhirnya akan datang dan menentukan jalan hidup Liza. Tapi pertanyaan tentang bagaimana dan kapan menjadi dinamika dalam plot yang membuat Younger mengundang rasa penasaran. Dan mengingat ini ada nama Darren Star yang berada di belakang layar, maka tentunya gelamoritas dan seksi menjadi sajian yang membuat Younger menjadi sebuah kisah yang renyah.

Konsistensi Younger dalam memberikan sajian yang menghibur dan berkesan ternyata mendapat apresiasi yang baik dari penonton.  Musim pertama mendapatkan rating 97 di Rotten Tomatoes, sementara musim-musim berikutnya selalu meraih rating sempurna, 100%!

Tidak heran jika serial tetap memiliki masa penggemar yang cukup fanatik dan senantiasa menantikan penayangan episode barunya. Tidak terasa, hingga sejauh ini Younger sudah berjalan selama 6 musim lamanya, dengan episode terakhir tayang di tanggal 4 September 2019.

Bagi yang penasaran, atau memang penggemar serial komedi drama-komedi seperti Younger,  jangan takut kelewatan, karena 6 musimnya tersedia secara keseluruhan di Mola TV. Layanan streaming terkemuka ini juga memiliki penawaran istimewa yang pasti membuat tidak ragu untuk segera menyimak Younger  di Mola TV. Dengan bermodalkan Rp. 12.500 saja, kita  sudah bisa keenam musimnya secara lengkap.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.