Review

Info
Studio : Warner Animation Group/Lego System A/S/Rideback/Lord Miller Productions/Vertigo Entertainment
Genre : Animation, Action, Adventure
Director : Mike Mitchell
Producer : Dan Lin, Phil Lord, Christopher Miller, Roy Lee, Jinko Gotoh
Starring : Chris Pratt, Elizabeth Banks, Will Arnett, Tiffany Haddish, Stephanie Beatriz

Sabtu, 16 Februari 2019 - 13:45:00 WIB
Flick Review : The LEGO Movie 2
Review oleh : Amir Syarif Siregar (@Sir_AmirSyarif) - Dibaca: 218 kali


Lima tahun setelah film pertamanya – dengan The LEGO Batman Movie (Chris McKay, 2017) dan The LEGO Ninjago Movie (Charlie Bean, Paul Fisher, Bob Logan, 2017) menjadi dua film sempalan yang dirilis diantaranya – The LEGO Movie 2 hadir sebagai sekuel langsung bagi The LEGO Movie (Phil Lord, Chris Miller, 2014). Walau masih bertanggung jawab sebagai produser sekaligus penulis naskah bagi film ini, Lord dan Miller sendiri menyerahkan kursi penyutradaraan pada Mike Mitchell (Trolls, 2016). Para penggemar The LEGO Movie sepertinya tidak akan mengeluhkan perubahan tersebut. Pengaruh besar Lord dan Miller jelas masih dapat dirasakan dalam alur pengisahan The LEGO Movie 2: film ini masih tampil dengan humor yang kuat dan penuh dengan referensi kultur pop teranyar, tampilan visual penuh warna yang memikat, serta disajikan dengan ritme pengisahan yang mengalun cepat. Tidak menawarkan sesuatu yang baru? Jangan khawatir. Lord dan Miller menyediakan ruang konflik yang lebih besar sehingga membuka celah yang cukup luas pula bagi beberapa sentuhan segar dalam pengisahan The LEGO Movie 2. 

Jalan cerita film yang juga dirilis dengan judul The LEGO Movie 2: The Second Part ini dimulai dengan mengisahkan kota Bricksburg yang kini telah berubah menjadi sosok kota yang kelam dan penuh kemuraman setelah diserang secara terus-menerus oleh kumpulan makhluk asing yang dikenal dengan sebutan Duplo. Bahkan, begitu kelam dan muramnya kondisi Bricksburg, kota tersebut kini telah berganti nama menjadi Apocalypseburg. Suatu hari, pimpinan angkatan bersenjata Duplo, General Sweet Mayhem (Stephanie Beatriz), mendatangi Apocalypseburg dan mengumumkan rencana pemimpin mereka, Queen Watevra Wa-Nabi (Tiffany Haddish), untuk menikahi Bruce Wayne/Batman (Will Arnett) guna memperluas wilayah kekuasaannya – sebuah rencana yang jelas ditolak Bruce Wayne/Batman dan seluruh warga Apocalypseburg. Penolakan tersebut lantas membuat General Sweet Mayhem untuk menculik Bruce Wayne/Batman bersama dengan rekan-rekannya, Lucy/Wyldstyle (Elizabeth Banks), Benny (Charlie Day), MetalBeard (Nick Offerman), dan Princess Unikitty (Alison Brie). Tentu saja, hal tersebut membuat Emmet Brickowski (Chris Pratt) menjadi satu-satunya harapan warga Apocalypseburg untuk menggagalkan rencana Queen Watevra Wa-Nabi dan menyelamatkan kembali teman-temannya yang telah diculik.

Harus diakui, The LEGO Movie 2 kemungkinan besar tidak akan mampu mengubah opini para penonton yang secara awal tidak begitu menggemari cara bertutur The LEGO Movie. Selain memberikan peningkatan pada deretan dialog dengan referensi kultur pop-nya, The LEGO Movie 2 juga menghadirkan lebih banyak karakter yang mengisi linimasa penceritaan yang juga terdiri dari banyak cabang penceritaan. Di saat yang bersamaan, jelas terasa sebagai sebuah jerih payah yang berbuah manis ketika Lord dan Miller mampu menata barisan konflik dan karakter The LEGO Movie 2 yang padat tersebut untuk menghasilkan jalinan cerita yang tetap apik dan jauh dari kesan berantakan. Setiap konflik berhasil membentuk relasi pengisahan antara satu dengan lain yang kemudian juga memberikan cerminan pada sebuah tema kisah tentang hubungan persaudaraan antara karakter Finn (Jadon Sand) dan Bianca (Brooklynn Prince) yang, seperti dahulu digambarkan oleh The LEGO Movie, menjadi bagian inti dari pengisahan film ini.

Selain memberikan ekspansi pengisahan bagi karakter-karakter yang telah hadir dan familiar sejak seri film pertamanya, The LEGO Movie 2 turut menghadirkan beberapa barisan tema pengisahan baru yang cukup menarik. Tema cerita seperti menemukan jati diri yang sebenarnya, proses pendewasaan, hingga penerimaan akan sosok lain yang berbeda dari diri kita berhasil diintegrasikan dengan baik dalam jalan penceritaan. Seperti yang dilakukannya pada Trolls, Mitchell juga mampu menggarap elemen musikal dalam The LEGO Movie 2 dengan menarik. Tampilan versi baru dari lagu tema The LEGO Movie, Everything is Awesome, yang kini dinyanyikan oleh Garfunkel & Oates (No, not that one!), juga beberapa lagu lain seperti Not Evil yang dinyanyikan Haddish sendiri, Catchy Song yang ditampilkan Dillon Francis bersama dengan T-Pain dan That Girl Lay Lay serta barisan pengisi suara film ini yang secara bersama menyanyikan lagu Everything’s Not Awesome berhasil menghadirkan momen-momen kuat dan menyenangkan dalam 107 menit durasi pengisahan film ini.

Pratt, Banks, Arnett, Day, Offerman, serta barisan pengisi suara yang kembali hadir memberikan kontribusi vokal bagi karakter-karakter mereka pada seri film ini tetap mampu menyajikan penampilan yang menarik. Setiap karakter berhasil tampil mencuri perhatian dalam setiap bagian cerita mereka. Para pengisi suara baru seperti Haddish dan Beatriz juga hadir maksimal dalam penampilan mereka. Haddish, khususnya, tampil dengan pengolahan vokal komikal yang memperkuat imejnya sebagai komedian paling sukses saat ini. Barisan pemeran baru lain seperti Maya Rudolph, Sand, dan Prince semakin memperkuat solidnya kualitas departemen akting film ini. Jelas cukup menyenangkan untuk menyaksikan The LEGO Movie 2. Lord, Miller, bersama dengan Mitchell sebagai sutradara berhasil memberikan pengembangan kisah yang ambisius, rumit, dan lebih kuat jika dibandingkan dengan film pendahulunya. Namun, di saat yang sama, The LEGO Movie 2 berhasil mengalir dengan lancar dengan ritme yang beriringan dengan The LEGO Movie dan bahkan seringkali terasa terjalin lebih teratur. Sekuel yang unggul.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.