Review

Info
Studio : Falcon Pictures
Genre : Drama, Romance
Director : Rako Prijanto
Producer : Frederica
Starring : Aliando Syarief, Aurora Ribero, Teuku Rassya, Dewa Dayana, Surya Saputra

Sabtu, 29 Desember 2018 - 20:53:18 WIB
Flick Review : Asal Kau Bahagia
Review oleh : Amir Syarif Siregar (@Sir_AmirSyarif) - Dibaca: 397 kali


Dengan inspirasi yang didapat dari lirik lagu milik kelompok musik Armada yang berjudul sama, Asal Kau Bahagia berkisah mengenai hubungan asmara antara dua remaja, Aliando (Aliando Syarief) dan Aurora (Aurora Ribero), yang berjalan lancar hingga akhirnya Aliando mendapat kecelakaan parah yang membuatnya harus terbaring koma. Namun, meskipun tubuhnya terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit, jiwa Aliando ternyata mampu berkelana serta melihat setiap aktivitas yang terjadi di sekitarnya. Sebuah keajaiban terjadi ketika jiwa Aliando mampu berinteraksi dengan sahabatnya, Dewa (Dewa Dayana). Dengan kemampuan tersebut, Aliando lantas meminta Dewa untuk menjaga sekaligus menghibur Aurora selama dirinya dirawat di rumah sakit. Tidak disangka, ketika jiwanya sedang mengikuti Aurora, Aliando mendengar percakapan telepon yang terjadi antara Aurora dengan seorang pemuda bernama Rassya (Teuku Rassya) yang ternyata telah menjadi kekasih Aurora selama beberapa bulan terakhir. 

Sebagai sebuah film yang mengeksplorasi kisah cinta antara dua remaja, naskah cerita Asal Kau Bahagia garapan Upi dan Aline Djayasukmana – yang menjadi kerjasama kedua mereka setelah sebelumnya menghasilkan naskah cerita untuk film Gila Lu Ndro! (Herwin Novianto, 2018) – cukup mampu mengeksplorasi berbagai sisi romansa yang terbentuk antara kedua karakter utama. Konflik-konflik yang disajikan mungkin terasa sederhana – jika tidak ingin menyebutnya sebagai klise – namun Upi dan Djayasukmana mampu mengemas berbagai problematika romansa tersebut dalam balutan drama yang sama sekali tidak pernah terasa berlebihan atau bahkan memaksa untuk tampil puitis. Tidak mengherankan jika kemudian kisah cinta antara karakter Aliando dan Aurora dapat dengan mudah membangun hubungan emosional dengan para penontonnya. Tidak hanya berkutat di wilayah drama, Asal Kau Bahagia juga berhasil menghibur lewat elemen komedi yang banyak terbentuk dari interaksi antara karakter Aliando dengan sahabatnya, Dewa. Chemistry rupawan antara Syarief dan Dayana sukses menjadikan pengisahan komedi film ini tampil semakin kuat.

Di saat yang bersamaan, fokus penuh yang diberikan pada jalinan kisah romansa antara karakter Aliando dan Aurora seringkali membuat Asal Kau Bahagia tampil dengan nada pengisahan yang cenderung monoton. Tidak banyak hal yang dapat digali dari karakter-karakter lain yang berada di sekitar para karakter utama. Naskah cerita garapan Upi dan Djayasukmana juga terasa acuh dalam penggambaran out of body experience yang dialami oleh karakter Aliando. Tidak seperti film romansa Just Like Heaven (Mark Waters, 2005) yang juga memiliki konflik yang hampir serupa, Upi dan Djayasukmana sama sekali tidak memberikan detil yang kuat tentang peristiwa yang dialami oleh jiwa dari karakter Aliando: mengapa ia dapat berinteraksi dengan karakter Dewa dan tidak dengan karakter-karakter lain atau bagaimana ia dapat menyentuh barang-barang namun tidak dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Bukan sebuah permasalahan besar walau tetap beberapa kali akan membuat beberapa penonton mempertanyakan konsistensi pengisahan film.

Di bidang pengarahan sendiri, Rako Prijanto (#TemanTapiMenikah, 2018) cukup berhasil menghadirkan ritme pengisahan yang bergerak dinamis. Asal Kau Bahagia hadir dengan nada penceritaan yang bergerak secara teratur dalam bertutur sehingga, terlepas dari minimnya konflik yang disajikan, tetap mampu tersaji menarik. Pilihan untuk menyajikan tata sinematografi dengan warna yang lembut serta iringan lagu-lagu pop kekinian jelas semakin memperkuat daya tarik film ini sebagai sebuah film percintaan yang dikemas untuk para penonton remaja. Prijanto juga didukung oleh penampilan apik dari para pengisi departemen aktingnya. Walau karakter-karakter mereka tampil dengan pengisahan yang terbatas namun Ribero, Rassya, serta barisan pemeran pendukung film seperti Surya Saputra, Vonny Cornellya, hingga Sari Koeswoyo mampu memberikan penampilan yang meyakinkan. Dayana sendiri memberikan penampilan yang kuat sebagai comic relief bagi jalan cerita film ini. Dan, tentu saja, Syarief sekali lagi menunjukkan kemampuannya sebagai seorang aktor muda yang tidak hanya handal dalam menghidupkan karakternya namun juga memiliki kharisma yang mengikat sebagai sosok pemeran utama.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.