Review

Info
Studio : Lifelike Pictures, Fox International Productions
Genre : Action, Comedy
Director : Angga Dwimas Sasongko
Producer : Sheila Timothy
Starring : Vino G. Bastian, Yayan Ruhian, Sherina Munaf, Marsha Timothy, Dwi Sasono

Sabtu, 01 September 2018 - 01:57:27 WIB
Flick Review : Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Review oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 691 kali


Sebagaimana umumnya kawasan Asia lainnya, kisah-kisah silat memang jamak menjadi konsumsi masyarakat Indonesia. Semenjak dulu kala cersil alias cerita silat, baik dalam bentuk novel berseri ataupun serial komik, selalu digandrungi. Kisahnya bahkan menyebrang dalam bentuk film, termasuk Wiro Sableng, karya Bastian Tito.

Semenjak pertama diterbitkan di tahun 1964, Wiro Sableng dan Kapak Maut Naga Geni 212 miliknya telah melakukan petualangan di ratusan judul. Dari ratusan tersebut, kemudian diadaptasi menjadi beberapa film yang dibintangi Tony Hidayat di era 1980-an. Ken Ken kemudian melanjutkan tongkat estafet melalui serial televisi di tahun 1990-an yang membuat nama Wiro Sableng semakin tenar saja.

Kini, dua dekade kemudian, Sheila Timothy dari Lifelike Pictures (Pintu TerlarangModus Anomali), berniat untuk mengangkat kembali kejayaan Wiro Sableng di layar lebar. Tidak tanggung-tanggung, ia menggandeng Fox International Productions, anak perusahaan dari 20th Century Fox, sebagai mitra.

Ekspektasi jelas besar, apalagi ada Vino G. Bastian, aktor populer sekaligus putra kandung Bastian Tito, yang bertugas untuk menjadi Wiro Sableng versi terkini. Untuk urusan penyutradaraan, ada pula Angga Dwimas Sasongko (Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi) yang diberi kepercayaan untuk itu.

Naskah tulisan Timothy bersama Tumpal Tampubolon dan penulis sastra kenamaan, Seno Gumira Ajidarma, memang tidak mengikuti satu judul saja, melainkan merangkum beberapa judul, seperti Empat Berewok Dari Goa Sanggreng atau Maut Bernyanyi Di Pajajaran, yang menjadi landasan narasi, dan kemudian digabungkan dengan karakter-karakter yang baru muncul dari buku berbeda, seperti Bidadari Angin Timur (Guci Setan) atau Bujang Gila Tapak Sakti (Hari Hari Terkutuk), yang tentu saja bertugas tidak hanya sebagai “fan service” namun memperkaya kisah film.

Secara garis besar, Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (demikian judul lengkapnya), masih setia dengan judul-judul awal novelnya, di mana Wiro dibesarkan oleh gurunya, Sinto Gendeng (Ruth Marini, kembali sukses mencuri perhatian selepas Sebelum Iblis Menjemput), dan kemudian ditugaskan untuk menjemput kakak seperguruannya yang sesat, Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), yang dulu saat masih bernama Suranyali telah membunuh kedua orangtua Wiro (diperankan Marcell Siahaan dan Happy Salma).

Dalam petualangannya turun gunung, Wiro bersua dengan Anggini (Sherina Munaf), murid Dewa Tuak (Andy /rif), dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarizi), yang kemudian menemani perjalanannya. Tentu saja Wiro pada akhirnya akan bersua dengan Mahesa Birawa, yang kini bersatu dengan beberapa pendekar golongan hitam untuk menggulingkan Raja Kamandaka (Dwi Sasono).

Cerita Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 sebenarnya sederhana saja. Cenderung tipis bahkan. Hanya saja dengan jumlah karakter yang boleh dikatakan cukup ramai (walau sebagian besar kurang tergali alias hanya sekedar muncul untuk meramaikan, termasuk karakter penting seperti Bidadari Angin Timur yang diperankan istri Vino di kehidupan nyata, Marsha Timothy), mau tidak mau durasi menjadi melar dari yang seharusnya.

Ini yang membuat film tidak memiliki narasi yang padat. Apalagi naskah memiliki kecendrungan untuk mengumbar dialog-dialog panjang untuk adegan yang diniatkan serius, sehingga film terasa berlarat di bagian ini. Padahal film lebih berhasil saat mengeksplorasi adegan-adegan ringan yang bersumber pada karakter Wiro yang usil bin jahil.

Beberapa adegan komedinya memang cukup berhasil untuk menggelitik urat tawa, tapi secara keseluruhan tidak terlalu cair. Apalagi tidak semua lelucon film dikatakan berhasil atau tepat sasaran. Vino tampaknya sudah mencoba total untuk meniupkan ruh pada Wiro, meski masih sulit untuk menepikan kesan aktor dramatik dari dirinya. Belum terlalu luwes dalam membanyol. Namun begitu, dedikasinya dalam adegan laga sudah cukup memadai. Jelas belum bisa mengimbangi performa seorang Yayan Ruhian yang juga bertugas sebagai koreografer laga, namun bolehlah.

Bermodalkan kreasi tata kelahi ala silat menawan dari Yayan, Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 memang memiliki porsi adegan pertarungan yang tidak sedikit. Ditambah beberapa efek khusus, yang dikerjakan oleh talenta lokal, juga cukup mulus dalam berpadu dengan adegan laga, sehingga bisa mengalihkan dari sisi drama film yang relatif kering.

Sayangnya editing film agak berlebihan, sehingga tidak bisa menangkap koreografi Yayan tadi dengan utuh. Adegan laga akan lebih menarik jika ditangkap oleh satu shot panjang dan dalam frame lebar. Jika disunting dengan penggalan-penggalan, malah mengurangi intensitas dan urgensi dari adegan laga tersebut, sebagaimana yang diderita oleh Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212. Oh ya, lain kali mungkin mencari ahli sling yang bisa lebih organis dalam mengeksekusi adegan ilmu peringan tubuh?

Terlepas dari kekurangannya, Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 tetap layak dijajal. Tidak hanya revivalitas untuk karakter ikonik seperti Wiro Sableng, juga mengobati kerinduan akan film silat Indonesia (sebuah misi yang kurang berhasil dilaksanakan Pendekar Tongkat Emas di tahun 2014 lalu).

Setidaknya Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 masih sangat menghibur untuk disimak. Kita pun bisa merasakan jika film dikerjakan dengan serius. Dibuktikan dengan teknis produksi mumpuni yang boleh dikatakan di atas standar film Indonesia umumnya.

Bisa lebih baik lagi memang. Mengingat ada indikasi kisah petualangan Wiro Sableng masih akan berlanjut, bolehlah kita berharap nantinya ia akan tampil dengan lebih mumpuni.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.