Review

Info
Studio : Buttonijo
Genre : Action, Crime, Drama
Director : Eugene Panji, Myrna Paramita Pohan
Producer : Lexy Mere
Starring : Ario Bayu, Ade Firman Hakim, Ardina Rasti, Ence Bagus, Fanny Fadillah

Minggu, 22 Juli 2018 - 21:18:02 WIB
Flick Review : 22 Menit
Review oleh : Amir Syarif Siregar (@Sir_AmirSyarif) - Dibaca: 672 kali


Dibuat sebagai salah satu bentuk kampanye Kepolisian Republik Indonesia untuk melawan aksi terorisme, film arahan Eugene Panji (Cita-citaku Setinggi Tanah, 2012) yang juga menjadi debut pengarahan bagi Myrna Paramita Pohan, 22 Menit, bercerita mengenai serangan Bom Thamrin yang terjadi di Jakarta pada 14 Januari 2016 lalu. Jalan ceritanya sendiri mengambil sudut pandang dari beberapa karakter yang terlibat dalam tragedi tersebut, mulai dari pelaku, korban, hingga pihak kepolisian yang kemudian menangani dan berhasil meringkus pelaku dalam jangka waktu 22 menit. Sebuah propaganda? Mungkin saja. Namun tidak dapat disangkal bahwa Panji dan Pohan mampu menggarap film ini menjadi sebuah sajian thriller yang cukup efektif. 

Naskah cerita garapan Husein M. Atmodjo (Midnight Show, 2016) dan Gunawan Raharja (Jingga, 2016) sendiri dimulai dengan pengisahan tentang sederetan karakter yang memulai kehidupan mereka di hiruk pikuknya kehidupan pagi di kota Jakarta. Kisah-kisah yang awalnya saling terpisah tersebut kemudian saling terhubung satu dengan yang lain ketika mereka berada di lokasi yang sama dengan peristiwa peledakan sebuah bom yang dilakukan oleh komplotan teroris. Panji dan Pohan cukup berhasil untuk mengarahkan setiap cerita dari masing-masing karakter untuk memberikan warna yang menarik bagi kualitas pengisahan keseluruhan dari 22 Menit  – walaupun, sayangnya, tidak pernah mampu mengeksplorasi secara lebih mendalam untuk menghasilkan ikatan emosional yang lebih kuat terhadap karakter-karakter tersebut.

Elemen thriller mulai terbangun ketika film ini mengalihkan fokus penceritaannya kepada proses pengejaran terhadap para pelaku tindakan terorisme oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia yang dipimpin oleh karakter AKBP Ardi (Ario Bayu). Dengan bantuan penataan gambar yang apik oleh Aline Jusria dan Kelvin Nugroho – yang semenjak awal memang memegang peranan penting dalam memadupadankan kisah-kisah deretan karakter dalam jalan penceritaan film ini, 22 Menit mampu menghadirkan ketegangan yang terjaga cukup baik. Walau kadang terasa bermain terlalu aman – dengan karakter-karakter antagonis yang tidak pernah mampu tergambar dengan baik dan mendalam dari segi motif maupun karakterisasinya – gambaran proses pengejaran hingga penangkapan yang disajikan dalam film ini hadir apik dan tergarap memuaskan.

Sebagai sebuah film yang menghadirkan banyak karakter dalam jalan ceritanya, 22 Menit memang tidak menyediakan ruang yang memuaskan bagi para pengisi departemen aktingnya untuk menghadirkan penampilan yang lebih leluasa. Meskipun begitu, penampilan akting Bayu, Ade Firman Hakim, Ence Bagus, Fanny Fadillah, hingga Mathias Muchus cukup memberikan tampilan yang meyakinkan. Harus diakui, penggarapan naskah cerita yang berusaha untuk berlaku “netral” dalam penggambaran karakter-karakter antagonis memang menjadikan pengisahan film ini terkesan kurang tajam. Belum lagi dengan fokus yang kemudian menjauh dan menghilang dari karakter-karakter protagonis yang pada awalnya menjadi penggerak alur cerita film. Namun, secara keseluruhan, 22 Menit adalah sebuah film yang tergarap dengan cukup baik.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.