Review

Info
Studio : Altitude Film Entertainment/Warp Films
Genre : Drama, Horror
Director : Andy Nyman, Jeremy Dyson
Producer : Claire Jones, Robin Gutch
Starring : Andy Nyman, Martin Freeman, Paul Whitehouse, Alex Lawther, Leonard Byrne

Jumat, 11 Mei 2018 - 00:21:04 WIB
Flick Review : Ghost Stories
Review oleh : Amir Syarif Siregar (@Sir_AmirSyarif) - Dibaca: 456 kali


Diarahkan oleh Andy Nyman dan Jeremy Dyson, Ghost Stories bercerita mengenai Professor Phillip Goodman (Nyman) yang mendedikasikan hidupnya untuk membuka tabir kebohongan yang sering diungkapkan para cenayang palsu guna menipu dan mendapatkan keuntungan dari para orang-orang yang dengan mudah percaya begitu saja dengan berbagai hal-hal yang berbau supranatural. Suatu hari, Professor Phillip Goodman dihadapkan pada tiga kasus bernuansa mistis yang dihadapi oleh tiga orang yang berbeda: seorang penjaga malam bernama Tony Matthews (Paul Whitehouse), seorang remaja bernama Simon Rifkind (Alex Lather), serta seorang pengusaha bernama Mike Priddle (Martin Freeman). Professor Phillip Goodman percaya bahwa kasus-kasus mistis yang dihadapi oleh ketiga orang tersebut dapat dijelaskan secara rasional dan terjadi akibat refleksi ketakutan sekaligus tekanan mental yang mereka alami. Namun, seiring dengan semakin mendalamnya penelitian yang ia lakukan, Professor Phillip Goodman menemukan berbagai sisi supranatural yang kemudian menantang segala kepercayaan yang ia anut selama ini.

Diadaptasi dari drama panggung berjudul sama yang juga ditulis dan diarahkan oleh Nyman dan Dyson, Ghost Stories berjalan secara perlahan dalam mengikuti setiap langkah sang karakter utama: dimulai dari kilasan mengenai keluarga dan kehidupannya di masa kecil; kekagumannya pada sosok peneliti masalah supranatural, Charles Cameron (Leonard Byrne), yang menginspirasi pekerjaannya; hingga deretan perjalanan yang dilakukannya untuk memecahkan kasus-kasus mistis yang ia hadapi. Walau dibuka dengan ritme pengisahan yang terasa cukup lamban – dan mungkin akan terasa menjemukan bagi sebagian penonton, Ghost Stories secara perlahan mampu meningkatkan intensitas ceritanya ketika film ini mulai menampilkan kisah-kisah horornya. Nyman dan Dyson berhasil menggarap setiap kisah untuk tampil begitu mencekam. Cukup mampu membuat banyak penonton menahan nafas maupun berpegangan erat di kursi duduk mereka selama menyaksikan adegan-adegan tersebut.

Tiga kisah horor yang disajikan Nyman dan Dyson sendiri sebenarnya tidak menawarkan sebuah struktur pengisahan yang benar-benar baru. Namun, Nyman dan Dyson cukup terampil untuk menyajikan kisah-kisah horor mereka dalam balutan tata produksi yang benar-benar efektif. Tata cahaya serta desain suara yang digunakan oleh Nyman dan Dyson sukses menghadirkan atmosfer yang mendukung penuh intensitas kengerian kisah-kisah yang dialami oleh karakter Tony Matthews, Simon Rifkind, dan Mike Priddle – dengan kisah yang terjadi pada karakter Simon Rifkind menjadi presentasi kisah horor terbaik dalam film ini. Meskipun begitu, sebuah kejutan di paruh akhir penceritaan Ghost Stories­-lah yang jelas akan menjadi pencuri perhatian terbesar pada presentasi film ini. Dalam sebuah kejutan yang akan mengingatkan penonton pada film-film semacam Pintu Terlarang (Joko Anwar, 2009) atau Shutter Island (Martin Scorsese, 2010), Nyman dan Dyson mencoba memberikan sebuah simpulan atas berbagai petunjuk yang mereka tebarkan di berbagai sudut pengisahan film pada paruh awal film. Cukup menarik meskipun tidak begitu berhasil untuk mengikat dengan kuat akibat pengemasannya yang terasa kurang matang dan sedikit terburu-buru.

Pola penceritaan yang hadir seperti kumpulan sketsa kisah-kisah horor memang tidak memberikan ruang yang besar bagi deretan karakter yang hadir dalam jalan cerita film ini untuk tampil dengan penggalian cerita yang lebih mendalam. Meskipun begitu, baik Whitehouse, Lather, dan Freeman berhasil tampil bersinar dalam menghidupkan karakter-karakter yang mereka perankan – khususnya ketika karakter mereka harus melalui banyak momen-momen horor yang menegangkan. Secara keseluruhan, Ghost Stories memang bukanlah sebuah film yang dikemas dengan penampilan semewah film-film horor Hollywood yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir. Ghost Stories tampil dengan presentasi yang lebih sederhana dan personal – pada banyak bagian, film ini sering terasa sebagai salah satu episode dari serial televisi Black Mirror – namun berhasil disusun dengan kekuatan penceritaan yang cukup apik. Beberapa permasalahan memang muncul namun jelas tidak akan mengurangi efektivitas energi horor yang berusaha disalurkan Nyman dan Dyson melalui film ini.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.