Review

Info
Studio : Salman Khan Films/Kabir Khan Films
Genre : Action, Adventure, Drama
Director : Kabir Khan
Producer : Salma Khan, Salman Khan
Starring : Salman Khan, Sohail Khan, Matin Rey Tangu, Zhu Zhu, Om Puri

Selasa, 27 Juni 2017 - 17:17:27 WIB
Flick Review : Tubelight
Review oleh : Amir Syarif Siregar (@Sir_AmirSyarif) - Dibaca: 494 kali


Setelah meraih sukses besar lewat Bajrangi Bhaijaan (2015) – yang dengan pendapatan komersial sebesar US$97 juta kini menempati posisi sebagai film produksi Bollywood dengan raihan pendapatan terbesar kelima sepanjang masa di dunia  – sutradara Kabir Khan dan aktor Salman Khan kembali bekerjasama dalam Tubelight. Juga menjadi film kedelapan Khan yang dirilis pada masa libur Idulfitri semenjak memulai tradisi tersebut lewat Wanted (Prabhu Deva, 2009), Tubelight memiliki pengisahan yang jelas sangat sesuai dengan kondisi sosial banyak lapisan masyarakat dunia saat ini. Suatu kondisi sosial dimana prasangka seringkali memicu keberadaan konflik antara kelompok yang satu dengan yang lain. Tema penceritaan yang mulia namun, sayangnya, seringkali gagal tersampaikan dengan baik justru akibat penampilan akting sang pemeran utamanya.

Dengan mendasarkan kisahnya pada alur cerita film Little Boy (Alejandro Monteverde, 2015), Tubelight bercerita mengenai kisah hubungan persaudaraan antara dua anak yatim piatu, Laxman Singh Bisht (Khan) dan Bharat Singh Bisht (Sohail Khan), yang terjalin dengan sangat erat. Walau memiliki usia yang lebih muda, Bharat Singh Bisht seringkali hadir untuk melindungi sang kakak yang memang terlahir dengan jalan pemikiran yang begitu lugu. Hubungan tersebut kemudian harus terpisahkan ketika Bharat Singh Bisht mendapatkan panggilan untuk turut serta membela negara dalam perang yang meletus antara India dan Tiongkok di tahun 1960an. Di saat yang bersamaan, Laxman Singh Bisht mendapatkan sebuah pengalaman hidup baru ketika dirinya berkenalan dengan pasangan ibu dan anak turunan Tiongkok, Li Leing (Zhu Zhu) dan Gu Won (Matin Rey Tangu). Meski awalnya menganggap Li Leing dan Gu Won adalah musuhnya namun secara perlahan Laxman Singh Bisht mulai memahami bahwa, terlepas dari perbedaan suku, agama maupun ras seseorang, setiap manusia diciptakan dan layak diperlakukan secara setara dalam keseharian mereka.

Untuk sebuah film yang memiliki durasi pengisahan sepanjang 136 menit, Tubelight, sayangnya, memiliki eksplorasi plot penceritaan yang terlalu sederhana – jika tidak ingin disebut minim. Selepas memperkenalkan karakter-karakter utamanya, dan konflik tentang perang maupun sosial yang menyelimuti mereka, naskah cerita garapan Kabir Khan dan Parveez Sheikh kemudian terasa tidak mampu untuk memberikan arah pengembangan cerita yang tepat dan akhirnya justru mengisi cerita film dengan konflik-konflik minor yang tidak begitu berarti atau merupakan repetisi dari konflik utama. Pengarahan Kabir Khan sendiri juga tidak begitu banyak membantu. Pada kebanyakan bagian, Tubelight tampil dengan ritme pengisahan yang cenderung datar. Hal ini yang kemudian membuat sisi emosional dari kisah yang ingin disampaikan film gagal untuk menyentuh penontonnya secara maksimal.

Kabir Khan sendiri harus diakui berhasil menghadirkan Tubelight dalam tampilan kualitas produksi yang kuat. Meski cukup disayangkan Kabir Khan tidak mampu mengemas tampilan adegan peperangan dalam jalan cerita Tubelight dengan lebih apik namun setidaknya ia berhasil mendapatkan kualitas tata sinematografi yang memukau dalam setiap adegan film ini. Tubelight juga memiliki deretan lagu-lagu yang cukup catchy untuk disimak. Digarap oleh Pritam – penulis lagu yang juga menulis lagu-lagu bagi film Bajrangi Bhaijaan – lagu-lagu tersebut kemudian berhasil disajikan dengan tata koreografi yang begitu menyenangkan. Begitu kuatnya penampilan lagu-lagu buatan Pritam, lagu-lagu tersebut bahkan seringkali memberikan kehidupan dan sentuhan emosional tersendiri bagi jalan cerita Tubelight.

Permasalahan lain yang membuat sisi emosional dari jalan penceritaan Tubelight gagal untuk hadir secara lebih maksimal adalah lemahnya penampilan dari bintang utama film, Salman Khan. Bukan, Salman Khan tidak hadir dengan penampilan akting yang buruk dalam film ini. Hanya saja, berperan sebagai sosok yang memiliki daya kecerdasan yang begitu terbatas, penampilan Salman Khan terasa menjadi begitu tertahan dan gagal untuk tampil dengan penampilan akting yang lebih alami. Chemistry yang ia jalin bersama dengan Sohail Khan – yang seringkali terlihat kaku dalam penampilannya – juga hadir kurang begitu meyakinkan. Permasalahan ini yang kemudian membuat penonton akan menemui banyak hambatan untuk benar-benar mampu mengakses ataupun menyukai karakter Laxman Singh Bisht secara utuh.

Departemen akting Tubelight justru tampil bersinar ketika jalan cerita film ini menghadirkan penampilan akting dari aktris Zhu dan aktor cilik Tangu. Meskipun tampil dengan karakter yang memiliki penceritaan yang cukup terbatas, namun baik Zhu dan Tangu mampu hadir dengan penampilan yang maksimal. Penampilan-penampilan lain seperti dari Mohammed Zeeshan Ayyub dan aktor senior Om Puri juga memberikan kesan yang cukup mendalam. Berbicara mengenai penampilan singkat namun begitu mengesankan, aktor Shah Rukh Khan turut hadir dalam satu adegan Tubelight. Penampilan cameo namun Shah Rukh Khan berhasil menghadirkannya dengan begitu istimewa sehingga cukup mampu membuat penonton berharap dirinya mendapatkan porsi penceritaan yang lebih besar lagi dalam Tubelight.

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.