Review

Info
Studio : Warner Bros. Pictures
Genre : Comedy, Fantasy
Director : Tim Burton
Producer : Richard D. Zanuck, Graham King, Johnny Depp, Christi Dembrowski, David Kennedy
Starring : Johnny Depp, Michelle Pfeiffer, Helena Bonham Carter, Eva Green, Jonny Lee Miller

Rabu, 16 Mei 2012 - 15:56:35 WIB
Flick Review : Dark Shadows
Review oleh : Amir Syarif Siregar (@Sir_AmirSyarif) - Dibaca: 1920 kali


Ucapan Ricky Gervais bahwa Johnny Depp adalah “the man who would literally wear anything Tim Burton tells him to” di ajang The 69th Annual Golden Globe Awards beberapa waktu yang lalu jelas bukanlah sebuah guyonan belaka. Semenjak Depp dan Burton memulai hubungan profesional mereka lewat Edward Scissorhands (1990), Depp telah menjadi salah satu aktor yang paling sering tampil dalam film-film Burton, dan kebanyakan dalam film-film tersebut, Depp diharuskan menjadi sesosok karakter yang aneh dengan kostum yang jauh dari kesan sederhana dan biasa. Setelah terakhir kali berperan sebagai The Mad Hatter dalam Alice in Wonderland (2010), kerjasama Depp dan Burton berlanjut pada Dark Shadows, sebuah film yang diadaptasi dari sebuah serial televisi klasik berjudul sama yang dulu sempat mengudara pada tahun 1966 hingga 1971.

Turut menampilkan Helena Bonham Carter dan musik arahan Danny Elfman, dua kolaborator yang juga sering tampil dalam film-film karya Burton, Dark Shadows memulai kisahnya pada tahun 1760 dengan menceritakan mengenai bagaimana pasangan Joshua dan Naomi Collins (Ivan Kaye dan Susanna Cappellaro) berlayar dari Liverpool, Inggris ke Amerika Utara untuk memulai usaha mereka di daerah tersebut. Usaha tersebut berjalan dengan sukses. Sayang, seluruh kesuksesan tersebut kemudian mulai menemui mimpi buruk ketika putera pasangan tersebut, Barnabas (Depp), mematahkan hati salah satu pelayan mereka, Angelique Bouchard (Eva Green), yang ternyata merupakan seorang ahli sihir. Angelique kemudian memberikan kesialan demi kesialan pada keluarga Collins serta mengutuk Barnabas menjadi seorang vampir. Oleh fitnah Angelique juga, Barnabas akhirnya ditangkap masyarakat sekitar yang menganggapnya sebagai makhluk berbahaya dan kemudian menguburkannya hidup-hidup.

Beralih ke tahun 1972, secara tidak sengaja, kuburan Barnabas mengalami pembongkaran yang kamudian akhirnya membebaskan Barnabas dari penjaranya. Refleks, Barnabas langsung berusaha mencari tempat kediamannya terdahulu, yang kini telah dihuni oleh generasi baru dari keluarga Collins yaitu Elizabeth Collins Stoddard (Michelle Pfeiffer), dua anaknya, Carolyn Stoddard (Chloë Grace Moretz) dan David Collins (Gulliver McGarth), saudara kali-laki Elizabeth, Roger Collins (Jonny Lee Miller) serta seorang psikiater yang merawat David, Dr. Julia Hoffman (Bonham Carter). Barnabas juga berkenalan dengan Victoria Winters (Bella Heathcote), perawat David yang wajahnya menyerupai wajah kekasih Barnabas di masa lalu.  Kondisi keluarga Collins telah jauh dari kesan sukses besar seperti dahulu kala. Karenanya, Barnabas bertekad mengembalikan kejayaan keluarganya, walau pada akhirnya ia harus akan menghadapi kembali Angelique yang masih hidup dan terus meneror keluarga Collins.

Jelas adalah sangat tidak tepat untuk menyatakan bahwa Dark Shadows adalah sebuah karya yang buruk. Namun,Dark Shadows juga bukanlah sebuah karya yang brilian. Dark Shadows lebih tepat dikategorikan sebagai karya Tim Burton dengan kualitas yang medioker. Benar bahwa Dark Shadows – layaknya Alice in Wonderland yang meraih banyak perhatian karena kualitas teknisnya yang cemerlang – memiliki tampilan teknis audio, visual serta tata kostum yang mengagumkan, namun secara penceritaan, Dark Shadows tampil tanpa kehadiran daya tarik yang kuat. Sebagai drama, Burton gagal memberikan penggalian kisah dan karakter yang mendalam pada Dark Shadows. Sementara sebagai komedi, Dark Shadows juga tidak pernah tampil benar-benar lucu.

Lemahnya penceritaan tersebut sebagian berasal dari banyaknya karakter yang hadir dalam jalan cerita Dark Shadowsyang kemudian sepertinya ingin dieksplorasi oleh Burton satu persatu. Tentu saja, dengan durasi yang hanya mencapai 113 menit, hal tersebut membuat beberapa bagian kisah harus terpinggirkan. Belum lagi dengan konflik yang tercipta antara karakter Barnabas Collins dan Angelique Bouchard yang sepertinya timbul dan tenggelam di sepanjang film. Ini masih ditambah dengan kurang kuatnya chemistry yang tercipta antara beberapa karakter yang membuat beberapa jalinan hubungan yang tercipta dalam jalan cerita Dark Shadows tampil kurang meyakinkan.

Pun begitu, jika ada yang patut mendapatkan kredit lebih selain tata teknis Dark Shadows jelas adalah penampilan akting para pemerannya. Seluruh jajaran pengisi departemen akting Dark Shadows tampil begitu alami dan menikmati peran mereka masing-masing. Tentu saja, akibat kurang tergalinya peran yang mereka tampilkan, nama-nama seperti Jonny Lee Miller, Jacky Earle Haley, Chloë Grace Moretz, Bella Heathcote dan Gulliver McGrath kebanyakan hadir dalam kapasitas yang terbatas. Terbatas, namun jelas sangat jauh dari kesan mengecewakan. Johnny Depp, Michelle Pfeiffer dan Helena Bonham Carter sendiri hadir dalam kapasitas akting yang seperti biasa meyakinkan. Namun jika ada yang patut diberi gelar sebagai sang pencuri perhatian, maka nama Eva Green jelas muncul di daftar teratas. Sebagai Angelique Bouchard yang sinis, licik namun begitu memikat, Green tampil dengan kharisma yang total dan sama sekali tidak dapat dihindari. Begitu menyihir!

Jika dibandingkan dengan beberapa film yang sebelumnya telah ada di daftar filmografi Tim Burton, Dark Shadows jelas tidak memiliki perbedaan keunggulan berarti. Masih menonjolkan kemampuan Burton dalam mengarahkan art directionfilmnya, Dark Shadows sayangnya lebih sering tampil datar dalam penceritaan kisahnya: tidak pernah benar-benar mendalami konflik cerita yang dihadirkan dan seringkali gagal dalam penyampaian unsur komedinya. Pun begitu, Dark Shadows masih mampu tampil menghibur dengan penampilan jajaran pemerannya yang kuat serta, tentu saja, penampilan tata teknisnya yang berkelas. Medioker, namun masih mampu memberikan unsur hiburan tersendiri.

 

Rating :

Share |


Review Terkait :

Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.