Feature


Rabu, 23 November 2022 - 21:15:28 WIB
Before, Now & Then (Nana) Terpilih Sebagai Film Terbaik Festival Film Indonesia 2022
Diposting oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 79 kali

Setelah melalui berbagai tahapan penjurian, akhirnya Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2022 digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre. Acara ini disiarkan secara eksklusif di kanal YouTube Festival Film Indonesia, Kemendikbud RI, dan Budaya Saya.

Acara dimeriahkan oleh penampilan dari Andi Rianto & Magenta Orkestra, Happy Salma, Isyana Sarasvati, Lyodra, JS Choir, serta para Duta Festival Film Indonesia 2022, yaitu Cut Mini, Marsha Timothy, Prilly Latuconsina, dan Shenina Cinnamon.

Turut hadir membacakan nominasi dan memberikan Piala Citra dan Plakat Penghargaan Khusus, antara lain Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Makarim, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Menteri BUMN RI Erick Thohir, Laura Basuki, Raihaanun, Putri Marino, Ayu Laksmi, Sekar Ayu Asmara, Chelsea Islan, Titiek Puspa, Asmara Abigail, Asha Smara Darra, Hannah Al Rashid, Tara Basro, Sheila Timothy, Kamila Andini, Najwa Shihab, Maudy Koesnaedi, dan Maxime Bouttier.

Dewan Juri Akhir yang berjumlah total 21 orang telah berembuk sesuai kategorinya masing- masing untuk menentukan pemenang 22 kategori penghargaan FFI 2022.

Dewan Juri Akhir untuk kategori Film Cerita Panjang yang terdiri dari Budi Irawanto, Christine Hakim, Dolorosa Sinaga, Edwin Nazir, Iswadi Pratama, Nur Hidayat, Prima Rusdi, Thoersi Argeswara, dan Yosep Anggi Noen, telah memilih film karya Kamila Andini, Before, Now & Then (Nana), sebagai pembawa pulang piala Citra tahun ini.

Di kategori penyutradaraan, Edwin terpilih sebagai pemenang berkat garapannya untuk Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

Film juga menyabet dua piala utama lain, yaitu Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Marthino Lio dan Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Ladya Cheryl.

Sedang kategori pemeran pendukung, baik pria dan perempuan jatuh kepada Slamet Rahardjo Djarot (Cinta Pertama, Kedua & Ketiga) dan Putri Marino (Losmen Bu Broto). Menariknya, Putri mendapatkan piala Citra pertamanya melalui film garapan Edwin, Posesif (2017), yang juga debutnya di dunia akting.

Selain itu, Dewan Pengabdian Seumur Hidup untuk Film yang terdiri dari Budiyati Abiyoga, Jajang C. Noer, dan Widyawati juga memutuskan untuk memberikan Piala Citra Pengabdian Seumur Hidup untuk Film kepada mendiang aktris senior, Rima Melati.

Rima Melati atau Marjolien Tambajong lahir di Tondano, Sulawesi Utara pada 22 Agustus 1939. Ia memulai kiprahnya di industri film lewat peran kecil di film Djuara Sepatu Roda (1958) dan kemudian mendapat peran utama di film Kisah Tak Sampai (1961) yang disutradarai Turino Djunaidy.

Sepanjang hidupnya, ia telah bermain di lebih dari 100 film, termasuk film debut Teguh Karya, Wadjah Seorang Laki-Laki (1971) dan Sjumandjaja, Lewat Tengah Malam (1971), serta menyutradarai dua film. Ia meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik pada FFI 1973 lewat film Intan Berduri (1972) dan penghargaan Aktris Pendukung Terbaik di Festival Film Asia Pasifik 2005.

Berikut daftar pemenang  Festival Film Indonesia tahun 2022:

  • FILM CERITA PANJANG TERBAIK: BEFORE, NOW & THEN (NANA) – FOURCOLOURS FILMS & TITIMANGSA FOUNDATION – IFA ISFANSYAH & GITA FARA
  • SUTRADARA TERBAIK: EDWIN – SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS PENULIS 
  • SKENARIO ASLI TERBAIK: MAKBUL MUBARAK – AUTOBIOGRAPHY 
  • PENULIS SKENARIO ADAPTASI TERBAIK: EDWIN & EKA KURNIAWAN – SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 
  • PENGARAH SINEMATOGRAFI TERBAIK: BATARA GOEMPAR, I.C.S. – BEFORE, NOW & THEN (NANA) 
  • PENGARAH ARTISTIK TERBAIK: VIDA SYLVIA – BEFORE, NOW & THEN (NANA) 
  • PENATA EFEK VISUAL TERBAIK: ABBY ELDIPIE – PENGABDI SETAN 2: COMMUNION
  • PENYUNTING GAMBAR TERBAIK: AKHMAD FESDI ANGGORO – BEFORE, NOW & THEN (NANA) 
  • PENATA SUARA TERBAIK: MOHAMAD IKHSAN & ANHAR MOHA – PENGABDI SETAN 2: COMMUNION 
  • PENATA MUSIK TERBAIK: RICKY LIONARDI – BEFORE, NOW & THEN (NANA) 
  • PENCIPTA LAGU TEMA TERBAIK: ANDI RIANTO & MONTY TIWA – “MELANGKAH” – BACKSTAGE 
  • PENATA BUSANA TERBAIK: GEMAILLA GEA GERIANTIANA – SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 
  • PENATA RIAS TERBAIK: EBA SHEBA – KADET 1947 
  • PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK: MARTHINO LIO – SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 
  • PEMERAN UTAMA PEREMPUAN TERBAIK: LADYA CHERYL – SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS 
  • PEMERAN PENDUKUNG PRIA TERBAIK: SLAMET RAHARDJO DJAROT – CINTA PERTAMA, KEDUA & KETIGA 
  • PEMERAN PENDUKUNG PEREMPUAN TERBAIK: PUTRI MARINO – LOSMEN BU BROTO 
  • FILM CERITA PENDEK TERBAIK: DANCING COLORS – SUTRADARA: M. REZA FAHRIYANSYAH – PRODUSER: SAID NURHIDAYAT   
  • FILM DOKUMENTER PANJANG TERBAIK: ININNAWA: AN ISLAND CALLING – SUTRADARA: ARFAN SABRAN - PRODUSER: NICK CALPAKDJIAN & MARK OLSEN   
  • FILM DOKUMENTER PENDEK TERBAIK: GIMBAL – SUTRADARA: SIDIQ ARIYADI – PRODUSER: IRNAYANI DINA MAHMUDAH   
  • FILM ANIMASI PENDEK TERBAIK:BLACKOUT – SUTRADARA & PRODUSER: FAIZ AZHAR   
  • PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM: RIMA MELATI KARYA 
  • KRITIK FILM TERBAIK (PENGHARGAAN TANETE PONG MASAK): PEREMPUAN SEBAGAI ILUSI: POLITIK SEKSUAL FILM LOVE FOR SALE – KREATOR: ERINA ADELINE TANDIAN – MEDIA RILIS: YOUTUBE/ERINAADELINE   
  • FILM PILIHAN PENONTON (PENGHARGAAN RATNA ASMARA): MENCURI RADEN SALEH – PRODUKSI: VISINEMA PICTURES – PRODUSER: CRISTIAN IMANUELL   
  • AKTOR PILIHAN PENONTON (PENGHARGAAN BENYAMIN SUEB): VINO G. BASTIAN – MIRACLE IN CELL NO. 7   
  • AKTRIS PILIHAN PENONTON (PENGHARGAAN RIMA MELATI): AGHNINY HAQUE – MENCURI RADEN SALEH   
  • PENGHARGAAN KHUSUS DEWAN JURI AKHIR FILM CERITA PENDEK: MEMBICARAKAN KEJUJURAN DIANA – SUTRADARA: ANGKASA RAMADHAN – PRODUSER: RIEN AL-ANSHARI & LINDA OCHY            

Share |


Berita Terkait :
Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.