Feature


Kamis, 15 Juli 2021 - 20:34:07 WIB
Peluncuran Piala Citra 2021, Sejarah Film dan Media Baru Diusung Sebagai Tema
Diposting oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 662 kali

Di hari ini, Kamis, 15 Juli, Festival Film Indonesia (FFI) mengumumkan jajaran komite terbarunya.  Setelah sebelumnya dipegang oleh Lukman Sardi, kini aktor Reza Rahadian didapuk menjabat  sebagai ketua umum untuk tiga tahun ke depan.

Selain Reza Rahadian, Komite Festival Film  Indonesia 2021-2023 yang ditunjuk oleh Badan Perfilman Indonesia juga akan berisi Ketua  Bidang Penjurian Garin Nugroho, Ketua Bidang Acara Inet Leimena, Sekretariat Linda Gozali,  Humas Nazira C. Noer dan Emira P. Pattiradjawane, serta Keuangan dan Pengembangan Usaha  Gita Fara

Menyambut Piala Citra tahun ini, Komite Festival Film Indonesia mengusung tema Sejarah Film  dan Media Baru, dengan subtema Beralih Masa Bertukar Rasa Film Indonesia.

Pendaftaran film  akan dibuka mulai tanggal 15 Juli - 30 Agustus 2021. Seleksi dan penjurian akan berlangsung  mulai tanggal 30 Agustus 2021 sampai 25 Oktober 2021.

Malam nominasi rencananya akan  dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2021, sedangkan malam penghargaan pada tanggal 10  November 2021. Hari Pahlawan dipilih sebagai malam penghargaan sekaligus momentum untuk  mengusulkan Usmar Ismail, tokoh film nasional yang melahirkan Festival Film Indonesia dan  kiprahnya telah diakui perfilman dunia, sebagai pahlawan nasional. 

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim memberikan  dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Film Indonesia, “Kemendikbudristek  mendukung upaya insan-insan perfilman untuk terus berkarya dan menghadirkan terobosan.  Banyak yang dapat kita pelajari dari sejarah dan perkembangan perfilman Indonesia, termasuk  dari penyelenggaraan FFI setiap tahunnya. Saya yakin, FFI akan terus menjadi katalisator  kemajuan film Indonesia yang kita upayakan bersama ini.”  

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid turut menyampaikan pentingnya penyelenggaraan  Festival Film Indonesia, “Festival film merupakan cara memperkenalkan dan mempromosikan  film-film kita ke dunia, bahkan tak menutup kemungkinan membuat studio besar tertarik dengan  film yang kita miliki, sehingga penting bagi kita untuk tetap menggelar Festival Film Indonesia”.  Hilmar menambahkan, saat ini banyak bermunculan sineas muda yang berkualitas di perfilman  Indonesia. Tidak kalah dengan para seniornya, kini sineas muda telah mampu memberikan  kontribusinya terhadap dunia perfilman Indonesia. 

Reza Rahadian menjelaskan tentang pemilihan tema Sejarah Film dan Media Baru, “Sejarah film  Indonesia merupakan perjalanan karya yang perlu diingat, menjadi bahan renungan bersama dan pelajaran berharga, tidak hanya bagi pelaku tapi juga seluruh ekosistem perfilman dalam  pencapaian film Indonesia di era berkembangnya media baru saat ini.” Ia menambahkan,  “Pandemi seperti ini menjadi momen kontemplatif yang menyadarkan kita pentingnya arti dari  sebuah sejarah. Perubahan akan selalu ada, termasuk di industri perfilman, dan akan terjadi terus menerus seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, Festival Film Indonesia juga akan selalu  mencari, memperbaiki, dan menyempurnakan setiap aspeknya.” 

Mengenai kepanitiaan dan sistem penjurian, Reza Rahadian menguraikan, “Festival Film  Indonesia melakukan beberapa perubahan dalam kepanitiaannya. Bidang-bidang di kepanitiaan  diisi oleh para profesional yang memiliki rekam jejak dan capaian pada profesinya masing-masing  yang masih berkaitan erat dengan dunia film. Peran serta perempuan dalam kepanitian FFI tahun  ini juga cukup besar. Selain itu, sistem penjurian juga disempurnakan dengan memberikan ruang  bagi semua pihak untuk terlibat aktif sejak proses awal. Peran serta aktif dari asosiasi-asosiasi  film juga diharapkan untuk merespon pertumbuhan yang ada dalam kerangka perfilman.”

Selain  itu, Komite FFI juga menambahkan kategori baru, yaitu Film Favorit, Aktor Favorit, Aktris  Favorit, dan Kritik Film. Kategori favorit ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat  dan ikut memeriahkan FFI. 

Penjurian tahun ini menawarkan beberapa penyempurnaan dari tahun-tahun sebelumnya. Garin  Nugroho mengungkapkan, “Ketentuan penjurian ini adalah kelanjutan dari ketentuan yang sudah  terbangun sebelumnya melalui evaluasi dan input berbagai kalangan. Komite FFI tahun ini  membangun tiga hal penting dalam aspek penjuriannya, yaitu peran asosiasi profesi perfilman,  keterlibatan aktif masyarakat, dan juga sistem dewan juri.”  

Melanjutkan sistem yang sudah ada, Komite FFI kali ini mencoba mengelola sistem penjurian  dengan partisipasi aktif asosiasi dan membuka ruang diskusi terkait tantangan yang mereka  hadapi, sekaligus melibatkan ekosistem film secara luas. Oleh karena itu, sejak awal proses  seleksi hingga nominasi, peran aktif dan keterwakilan asosiasi menjadi dasar penjurian. Anggota  Dewan Juri yang akan dipilih oleh Komite FFI 2021-2023 pun lewat berbagai masukan, diskusi,  dan pemungutan suara oleh asosiasi-asosiasi profesi perfilman. 

Bidang-bidang yang mengalami perkembangan besar dengan disiplin tersendiri, seperti film  dokumenter, film pendek, film animasi, dan kritik film dari tema hingga prosedur akan dikelola  bersama asosiasi-asosiasi terkait dengan berkoordinasi dengan Komite FFI. Asosiasi tersebut juga  diajak untuk bekerja sama mengembangkan model penjurian di daerah-daerah untuk film pendek  dan dokumenter yang saat ini berkembang pesat hingga ke pelosok Indonesia.  

Garin Nugroho juga memahami bahwa, “FFI tidak akan lepas dari perubahan dan pertumbuhan  film. Film adalah anak teknologi. Perubahan teknologi menjadi bagian penting pertumbuhan film  yang mengubah cara dan metode berkarya hingga hubungan penonton dan industri kreatif dalam  arti luas. OTT adalah bagian dari perubahan teknologi yang menjadi bagian industri film. Selain itu, sesuai dengan tema sejarah dan media baru, di era media baru ini kami juga mengajak publik  untuk bisa berpartisipasi dengan memilih film, aktor, dan aktris favorit mereka melalui situs resmi  FFI.”  

Tahun ini, industri film Indonesia masih berjuang menghadapi pandemi. Reza Rahadian melihat  insan film Indonesia tetap berupaya melahirkan karya-karya terbaik dan membuat perfilman  Indonesia tetap bergerak di tengah situasi yang tidak mudah dan ruang gerak yang lebih terbatas.  Ia menegaskan, “Film Indonesia akan terus hidup. Karya sineas dan kecintaan masyarakat  terhadap film Indonesia akan menjadi semangat untuk terus memajukan film Indonesia.” 

Simak peluncuran Festival Film Indonesia 2021 melalui video di bawah ini:



Share |


Berita Terkait :
Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.