Feature


Kamis, 15 Oktober 2020 - 20:24:26 WIB
EVERYDAY IS A LULLABY Tayang Perdana Di Busan International Film Festival 2020
Diposting oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 849 kali

Ada kabar menyenangkan di tengah pandemi COVID-19 yang menghambat segala aspek kehidupan kita, termasuk industri perfilman Indonesia. Film keempat Putrama Tuta (Catatan (Harian) Si Boy, A Man Called Ahok) yang berjudul EVERYDAY IS A LULLABY berhasil lolos seleksi Busan International Film Festival (BIFF) 2020 dan menjadi satu-satunya film Indonesia yang akan tayang perdana di festival tersebut.

Film diproduksi sejak tahun 2016 dan baru dirilis tahun 2020 ini. Penulisan naskah skenarionya ditangani oleh Ilya Sigma, diproduseri oleh John Badalu, dan diproduksi oleh The United Team of Art (TUTA) Films.

Beberapa film Indonesia yang pernah tayang di BIFF pada tahun-tahun sebelumnya, diantaranya adalah Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions), Sekala Niskala (The Seen and Unseen), Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (Marlina the Murderer in Four Acts), Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body), dan 27 Steps of May.

Tahun ini, BIFF diadakan untuk ke-25 kalinya. Mengingat diadakan di tengah pandemi yang masih berlangsung, maka  penerapan protokol kesehatan pun dilakukan dengan lebih ketat. Beberapa kegiatan yang merupakan rangkaian festival ditiadakan atau dilaksanakan secara daring, seperti Asian Contents & Film Market, Asian Project Market, dan Forum BIFF.

EVERYDAY IS A LULLABY akan diputar dalam program A Window on Asian Cinema bersama 31 film Asia lainnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah film tahun ini hanya sebanyak 192 film dari 68 negara dan akan ditayangkan satu kali selama festival berlangsung. Untuk mengetahui jadwal penayangan EVERYDAY IS A LULLABY, bisa kunjungi laman resmi BIFF di sini.

EVERYDAY IS A LULLABY berkisah tentang seorang penulis yang sekarat yang mencoba menulis karyanya dan menyadari bahwa ia telah mati dan hidup di dalam ceritanya. Bagi Putrama Tuta, atau akrab disapa Tuta, film ini berbicara mengenai hubungan manusia dengan dirinya dalam melawan rasa takut dengan menggunakan imajinasi tanpa batas, mendobrak ruang dan waktu demi mencari jalan pulang yang terbaik.

Film EVERYDAY IS A LULLABY menampilkan sederet pemain yang sudah malang-melintang di industri film. Mereka adalah Anjasmara Prasetya, Fahrani Pawaka Empel, dan Raihaanun. Selain itu, film ini juga didukung oleh Aghi Narottama, Wulan Guritno, dan Deddy Sutomo (Almarhum). Kemampuan akting mereka sudah tidak perlu diragukan lagi.

Menurut Tuta, “Film ini dibangun untuk menciptakan berbagai sudut pandang. Para aktor tidak hanya dituntut untuk berakting dan berubah menjadi sebuah karakter, tetapi untuk memainkan, mengisolasi karakter tersebut dan menyampaikannya dengan cara yang paling jujur untuk mengungkapkan kebenaran dari situasi yang diciptakan oleh pikiran”.

EVERYDAY IS A LULLABY tidak direncanakan untuk rilis secara komersial dan hanya akan tayang di festival-festival film di dalam dan luar negeri.

Simak trailer  EVERYDAY IS A LULLABY di bawah ini:


Share |


Berita Terkait :
Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.