Feature


Jumat, 05 April 2019 - 22:02:44 WIB
Kisah Perjalanan Hidup Buya Hamka Diangkat Menjadi Film Layar Lebar
Diposting oleh : Taufiqur Rizal (@TarizSolis) - Dibaca: 208 kali

Bagi kamu yang rajin membaca karya sastra tanah air, tentunya tidak asing lagi dengan nama Buya Hamka. Beliau adalah sastrawan penghasil novel-novel legendaris seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dan Di Bawah Lindungan Kabah yang keduanya telah diadaptasi pula ke film layar lebar. Disamping menelurkan karya sastra, pemilik nama asli Haji Abdul Malik Karim Amrullah ini juga aktif di Muhammadiyah dan tercatat pula sebagai Ketua Umum pertama dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menilik kontribusinya yang besar terhadap kegiatan keagamaan, sastra, serta politik di Indonesia, tidak mengherankan jika kemudian mantan Ketua Umum di MUI, Din Syamsuddin, mengajukan tawaran ke rumah produksi Starvision untuk mengangkat kisah perjalanan hidupnya ke film layar lebar. Tawaran tersebut disambut hangat oleh produser Starvision, Chand Parwez, dan proses pengembangan skenario pun dilakukan yang konon memakan waktu selama tiga tahun demi menemukan penceritaan yang tepat.

Usai naskah dirampungkan oleh Alim Sudio, Starvision yang bekerjasama dengan Falcon Pictures beserta MUI ini pun seketika menempuh langkah selanjutnya yakni melengkapi jajaran kru dan pemain. Mereka mengamanatkan kursi penyutradaraan kepada Fajar Bustomi (Surat Kecil untuk Tuhan, Dilan 1990) yang mengaku terkesan dengan tulisan-tulisan dan pemikiran-pemikiran Buya Hamka. Menurutnya, sastrawan merangkap tokoh politik asal Sumatera Barat ini adalah sosok yang dibutuhkan Indonesia saat ini.

"Seorang muslim yang baik semestinya harus menghargai dan menghormati seluruh makhluk dan manusia yang berbeda agama, seperti yang telah beliau terapkan selama hidupnya. Saya rasa perlu hadir sosok seperti beliau untuk menyejukkan Indonesia,” ujarnya.

Guna menghidupkan karakter Buya Hamka dalam film biopik ini, tim kasting memercayakannya kepada Vino G. Bastian. Mengingat selama ini aktor penggenggam Piala Citra tersebut lebih dikenal dengan peran-perannya yang memiliki gaya cenderung slengean, peran terbarunya ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, Vino yang dianggap memenuhi kriteria berkat kemiripan suara ini harus mempelajari Bahasa Arab, menaikkan berat badan, serta mengenakan prostetik untuk kebutuhan peran.

Selain Vino, sederet bintang yang turut direkrut untuk memperkuat departemen akting antara lain Laudya Cynthia Bella sebagai istri Buya Hamka yang bernama Siti Raham, Desy Ratnasari sebagai Safiyah (ibu Buya Hamka), dan Donny Damara sebagai Abdul Karim Amrullah (ayah Buya Hamka). Mereka akan beradu akting bersama Ayu Laksmi, Ayudia Bing Slamet, Mawar de Jongh, Ben Kasyafani, Verdi Solaiman, Teuku Rifnu Wikana serta Rey Bong.

Proses pengambilan gambar Buya Hamka telah dimulai sedari 1 April lalu dan direncakan bakal berlangsung selama 62 hari dengan mengambil lokasi syuting di Sumatera Barat, Semarang, Tegal, Jakarta, dan Sukabumi. Apabila tidak ada aral melintang, Buya Hamka diharapkan sudah bisa menyemarakkan jaringan bioskop di Indonesia pada tahun 2020 mendatang.

 


Share |


Berita Terkait :
Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.