Feature


Kamis, 02 November 2017 - 23:33:20 WIB
Tuntutan Disney Untuk 'The Last Jedi' Buat Jaringan Bioskop Marah
Diposting oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 1070 kali

Siapapun tak akan menafikan jika Disney saat ini merupakan studio Hollywood paling besar dan berpengaruh. Apalagi jika sudah berbicara tentang raupan box office film-film mereka semenjak mengakuisisi Lucasfilm dan Marvel. 

The Wall Street Journal melaporkan jika Disney mewakili 25% dari market share box office, yang tentunya lebih besar dibandingkan studio-studio lain. Apalagi Disney tidak sebanyak mereka dalam merilis film. Disebutkan market share box office Disney telah meningkat sebanyak 10% di 6 tahun terakhir ini.

Meski profit mereka sudah sangat "gemuk", namun rupanya Disney belum puas. Mereka mencoba untuk memaksimalkan profit secara lebih jauh dengan menerbitkan peraturan baru kepada jaringan bioskop yang akan menayangkan blockbuster terbaru mereka, Star Wars: The Last Jedi

Peraturan baru ini mendiktekan berapa lama The Last Jedi harus tayang di ruang bioskop besar seperti auditorium. Bioskop wajib memutar film terbaru franchise Star Wars tersebut selama 4 pekan tanpa pengecualian di studio mereka yang paling besar.

Peraturan ini mungkin tidak akan begitu berpengaruh pada jaringan bioskp di kota-kota besar, namun sangat terasa akibatnya bagi bioskop di kota yang relatif lebih kecil, karena mereka harus memutar The Last Jedi selama sebulan tanpa ada opsi lain. 

Tidak diragukan lagi jika The Last Jedi akan meraup untung besar di pekan pembukaanya saat tayang nanti. Hanya saja, biasanya angka penonton akan menurun di pekan selanjutnya. Oleh karenanya adalah masuk akal jika ruang auditorium kemudian diisi oleh film baru lain, sementara The Last Jedi akan bergeser ke studio yang lebih kecil. 

Dengan peraturan baru ini, jaringan bioskop di kota kecil akan sulit meraih jumlah penonton yang maksimal jika harus menayangkan The Last Jedi di studio terbesar mereka selama sebulan penuh, sementara film baru lain mendapat "jatah" di studio kecil. 

Tapi, mau tidak mau, suka atau tidak suka, bioskop haru meneruti ketetapan yang dikeluarkan Disney ini. Jika jaringan bioskop menolak, Disney akan mengenakan denda sebesar 5% dari profit share. Padahal Disney sebelumnya sudah meminta sekitar 65% untuk profit share The Last Jedi atau 10% lebih banyak dari biasanya. 

Spekulasi yang berkembang, regulasi ini ditetapkan Disney sama sekali tidak berhubungan dengan uang, namun kemungkinan besar merupakan cara bagi Disney, atau Lucasfilm, untuk menjaga kontrol kreatif dan kualitas.

Film-film Star Wars memang memiliki tradisi untuk menampilkan dirinya secara maksimal, baik dari segi audio maupun visual, yang tentunya persyaratan ini umumnya hanya dipenuhi oleh ruang bioskop kelas auditorium. 

Di tahun 2002, George Lucas mencoba untuk mewajibkan semua bioskop yang memutar Attack of the Clones untuk menayangkan film secara eksklusif dengan perantara proyektor digital. Hasilnya di lapangan memang tidak berjalan dengan apa yang diinginkan Lucas, tapi kurang lebih kasusnya sama dengan The Last Jedi saat ini. 

Tetap saja ini menimbulkan preseden buruk. Laporan The Wall Street Journal menyebutkan beberapa jaringan bioskop mandiri marah dengan peraturan yang diajukan oleh Disney dan kemudian memutuskan untuk tidak memutar The Last Jedi

Sebagai catatan, sebagian besar bioskop di Amerika Utara memberikan sekitar 55%-60% penjualan tiket kepada pihak studio. tergantung apakah filmnya jenis blockbuster atau tidak.

Disney belum memberi komentar tentang "boikot" yang dilakukan jaringan bioskop yang marah ini, sebagaimana yang dilaporkan oleh Business Insider.


Share |


Berita Terkait :
Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.