Feature


Minggu, 13 Desember 2015 - 19:53:12 WIB
Kemeriahan Malam Pembukaan Festival Sinema Prancis 2015
Diposting oleh : Adi Subandyono (@the_urban) - Dibaca: 1647 kali

Festival Sinema Prancis 2015 secara resmi dibuka oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor, Corrine Breuzé pada hari Kamis tanggal 3 Desember 2015 lalu. Malam pembukaan yang diadakan di XXI Plaza Indonesia Jakarta ini bertujuan untuk menyambut dimulainya salah satu festival sinema asing tertua di Indonesia, yang pada tahun ini memasuki usianya ke-20 tahun. Acara malam pembukaan berlangsung meriah dan tidak hanya dihadiri oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor saja namun juga hadir beberapa tamu-tamu undangan lain serta perwakilan dari Kedutaan Besar Prancis dan Institut Prancis di Indonesia.

Turut hadir pula, Tara Basro selaku Duta Festival Sinema Prancis 2015 dan Aktris Terbaik Festival Film Indonesia 2015. Bastian Meiressonne, seorang sutradara Prancis dan Rain Chudori yang merupakan aktris dari film pendek Sleep Tight Maria juga hadir dalam acara. Ketiganya sempat berbagi cerita kepada awak media mengenai peran mereka dalam Festival Sinema Prancis tahun ini.

FSP 2015 Opening Guests

Bastian Meirossonne hadir di Festival Sinema Prancis 2015 untuk memutarkan karyanya, Garuda Power: The Spirit Within, film yang mendokumentasikan bagaimana film laga Indonesia menggukir sejarah sejak produksi pertamanya yang terpengaruh silat Cina pada tahun 1930an sampai dengan kesuksesan dari The Raid 1 dan 2. Bastian sendiri hadir dalam pemutaran karyanya pada tanggal 4 Desember 2015 di Auditorium IFI. Dirinya sempat bercerita tentang kesulitan yang dialaminya ketika membuat Garuda Power: The Spirit Within, seperti kemacetan, susahnya informasi, buruknya kondisi salinan film laga klasik yang ada sampai dengan masalah dana. Ketika ditanya mengapa film action, Bastian menambahkan bahwa menurutnya film action sangat mudah untuk diterima oleh masyarakat di dunia dan melalui film action kita bisa menemukan unsur budaya, sejarah, sampai dengan politik.   

Rain Chudori adalah aktris yang berperan dalam film pendek Sleep Tight Maria, film hasil besutan sutradara Monica Vanessa Tedja ini turut berpartisipasi dalam Kompetisi Film Pendek Sinema Prancis 2015. Rain yang merupakan putri dari Leila Chudori, sebelumnya pernah menulis novel dan bermain dalam film Rocket Rain yang disutradarai oleh Anggun Priambodo. Menurut Rain, berpartisipasi dalam Kompetisi Film Pendek Sinema Prancis 2015 mempunyai peran yang besar dalam menyampaikan maksud dari film yang dibintanginya kepada masyarakat luas. Sementara Tara Basro, aktris muda berbakat sekaligus salah satu dari dua Duta Festival Sinema Prancis untuk tahun ini hadir mewakili generasi muda di perfilman Indonesia. Tara yang menyukai film The Diving Bell and The Butterfly serta Blue is the Warmest Colour sangat kagum dengan luasnya genre yang dimiliki oleh perfilman Prancis, jauh lebih banyak daripada genre yang dimiliki oleh film Indonesia.

Malam pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran  film pembuka berjudul Dhepaan karya sutradara Jacques Audiard. Film peraih Palm d’Or di Festival Film Cannes 2015 ini bercerita tentang kisah seorang mantan prajurit di penghujung perang sipili Sri langka yang kabur dari negaranya menuju Eropa melalui suaka politik, bersama seorang wanita dan anak perempuan yang ia tidak kenal sama sekali. Tinggal di sebuah kawasan rawan di Paris, ketiganya berupaya membangun hidup sebagai keluarga namun kekerasan dalam keseharian mereka membuka kembali luka batin akibat perang yang mereka pernah alami.

Festival Sinema Prancis 2015 sendiri sudah berlangsung pada tanggal 3-6 Desember 2015 lalu di 9 kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Denpasar, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan Balikpapan.

FSP 2015 Opening


Share |


Berita Terkait :
Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.