Feature


Jumat, 22 Oktober 2010 - 16:37:29 WIB
Metamorfoblus: Film Dokumenter tentang Slank dan Slankers
Diposting oleh : Rangga Adithia (@adithiarangga) - Dibaca: 1949 kali

Jika sebelumnya ada Generasi Biru dengan sutradara Garin Nugroho, John De Rantau dan Dosy Omar yang mengajak penonton menikmati karakter personil band rock Slank melalui banyak tarian, lagu, dan simbol-simbol, kali ini sutradara Dosy Omar melalui "Metamorfoblus", sebuah karya dokumenter, akan mengajak kita ke belakang panggung konser-konser Slank, ke halaman belakang markas Slank di gang Potlot, ke kamar hotel para personel Slank saat mereka tur, bahkan sampai ke kamar mandi mereka.

Film yang diproduseri Ursula Tumiwa ini tidak hanya akan menyorot kehidupan Slank tapi juga menengok sosok-sosok Slankers (sebutan untuk para fans Slank), diwakili oleh Joker, seorang polisi di Batam yang akrab dengan dunia serba keras namun tetap meresapi makna cinta damai dan anti kekerasan.

Lalu ada Andi, remaja Bantul yang hidupnya terselamatkan dari jeratan setan narkoba berkat cinta ayahnya dan demi cintanya kepada Slank. Ada juga ikatan ajaib yang terjadi di antara Slankers di Kupang dengan saudara sepulau tetapi beda negara di Timor Leste, yang memberi makna baru terhadap persatuan dan persaudaraan.

Pada akhirnya, "Metamorfoblus" yang dibuat selama 3 tahun ini menjadi lebih dari sekedar cerita tentang musik, band, dan fans. Ini adalah cerita tentang perubahan. ini adalah cerita tentang metamorfosis. Ini adalah cerita tentang evolusi. Ini adalah cerita tentang kehidupan.

Film yang berdurasi 98 menit ini tidak akan dirilis di bioskop-bioskop reguler, tetapi akan dibawa ke 10 kota, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Jogjakarta lalu dipertontonkan melalui bioskop-bioskop alternatif mulai awal November 2010. Di Jakarta sendiri rencananya film ini akan diputar di Bioskop Merdeka dan Kineforum (TIM). Produser berharap dengan bioskop alternatif (nonton bareng dan layar tancap) diharapkan makin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan menonton dan juga bagi filmmaker diharapkan bisa memulai distribusi mandiri tanpa harus bergantung pada distribusi film yang sudah ada.


Share |


Berita Terkait :
Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.