Feature


Selasa, 01 Desember 2020 - 12:11:28 WIB
Closing Ceremony JAFF 15 ‘Kinetic’ & Indonesian Premiere ‘You and I’
Diposting oleh : Haris Fadli Pasaribu (@oldeuboi) - Dibaca: 401 kali

Gelaran 15th Jogja-NETPAC Asian Film Festival ‘Kinetic’ telah berlangsung selama lima hari. Tercatat 128 film sudah ditayangkan secara daring  melalui aplikasi dan laman KlikFilm serta luring di 15 kota di Indonesia. Upacara penutupan  JAFF 15 dilangsukan di Kedai Kebun Forum Yogyakarta pukul 17.00 WIB. 

Sambutan diawali oleh Budi Irawanto selaku Festival President JAFF yang menyampaikan  rasa terima kasih kepada seluruh keterlibatan panitia. Tidak seperti biasanya, JAFF kerap  kali melibatkan volunteer dalam jumlah yang besar. Hal ini yang menjadikan salah satu  festival film terbesar di Indonesia memiliki semangat dalam merayakan pergerakan sinema  Indonesia dan Asia. “Biasanya JAFF punya ratusan volunteer, jadi kita menyeleksi banyak  sekali dari ratusan volunteer. Tahun ini kita panitia cuma sekitar 20, 30. Jadi memang  situasi ini membuat kita semua lebih simple, pekerjaan lebih efisien, tetapi spirit tetap  sama”, ulasnya. 

Ifa Isfansyah sebagai Festival Director JAFF juga menambahkan bahwasannya tahun ini  terasa begitu berbeda dengan perayaan-perayaan JAFF sebelumnya. Berbagai peristiwa  yang terjadi di tahun 2020 memiliki cerita tersendiri. “Tahun ini sangat istimewa buat kita  semua, akan selalu kita ingat. Walaupun sangat sederhana rasanya, ada sesuatu yang  dalam di tahun ini”, jelas Ifa Isfansyah sembari mengajak seluruh panitia dan hadirin  memanjatkan doa dalam penutupan JAFF 15 ‘Kinetic’. 

Setelah sambutan, terdapat pementasan tunggal berupa tarian karya ASAP oleh Mila  Rosinta. Berlatar belakang audiovisual, turut menuturkan keadaan hutan yang mulai terkikis  melalui tangan-tangan egois manusia. Video dan tarian karya ASAP mengajak setiap  individu untuk kembali menumbuhkan pohon di rumah masing-masing. 

Terakhir, penayangan film You & I (2020) menjadi penanda selesainya penyelenggaraan  JAFF 15 ‘Kinetic’. Karya dokumenter arahan Fanny Chotimah menceritakan perjalanan  Kaminah dan Kusdalini yang telah bertemu ketika menjadi tahanan politik. Tidak diterima  kembali oleh keluarga, Kusdalini serta sang nenek mengajak Kaminah ke rumahnya.  Keduanya memutuskan untuk tinggal bersama hingga lebih dari setengah abad. Mereka  sudah melalui banyak hal hingga menjadi renta dan harus menghadapi perjuangan terakhir  bersama. 

Film You and I (2020) telah mendapatkan penghargaan Asian Perspective Award yang  merupakan penghargaan tertinggi dalam kompetisi DMZ International Documentary Film  Festival 2020. Di Indonesia, JAFF 15 ‘Kinetic menjadi tempat penayangan perdana film  tersebut. Berdurasi selama 75 menit, penonton pemutaran film You and I (2020) secara  luring sudah memenuhi kapasitas mengingat situasi pandemi yang harus membatasi  jumlah orang dalam satu ruangan. 


Share |


Berita Terkait :
Comments

© Copyright 2010 by Flick Magazine - Design by Hijau Multimedia Solution. All Rights Reserved.